FF Dance and Love Part 3

Dance and Love

Part 3

Author : Hasya Jung (@hasyahasya24)

Genre : School life, Romance, friendship,

Cast : Park Seul Ri (OC), Oh Sehun, Kim Jongin, Cho Minra

Other Cast :

–          Park Chanyeol as Seulri’s brother

–          Lee Yunri as Seulri’s friend

–          Zhang Yixing (LAY) as Sehun’s friend

And other

Length : Multichapter

Cuap-cuap author :

Ya.. sepertinya makin kesini-sini ceritanya makin gaje dan absurd. Mian, ne. Maklum karena ini ff multichapter pertama yang kubuat. Jadi, mohon commentnya ne. Biar tahu kesalahan ceritanya dimana. Jadi bisa diperbaiki di part-part selanjutnya deh! Udah ya segini dulu. kebanyakan bacot nih authornya!! *readers : emang -_-  Ya sudah langsung saja, ne dibaca.

Chap sebelumnya :

Facebook

Chap1 : https://www.facebook.com/notes/anfrhasya-haniva-elgeri/fanfiction_dance-and-love_/675836462444502

Chap2         :  https://www.facebook.com/notes/anfrhasya-haniva-elgeri/fanfiction_dance-and-love_-part-2/677687372259411

 

 

^^happy reading^^. Gomawo^^

.

.

.

.

#pagi hari di sekolah

Author POV

Kringgg…Kringg…Kringg

Bel tanda masuk berbunyi  memekakan telinga. Semua siswa  di  Seoul art high school yang masih di gerbang berlarian masuk ke kelas. Termasuk seorang namja tinggi, berkulit putih pucat  yang masih terlihat asing oleh beberapa siswa di sekolah itu. Banyak siswa yeoja yang memperhatikannya. Mata mereka tak henti-hetinya menatap ke namja itu. ‘sepertinya ia murid baru. Tapi ia tampan sekali’ pikiran siswa-siswa yeoja yang melihatnya. Disamping itu sebelum itu sudah ada namja berkulit tan dan juga tinggi yang berlari lebih dahulu. Dan, Ya ia juga termasuk siswa baru di sekolah itu. Sama dengan namja yang tadi, ia juga di komentari oleh siswa-siswa yeoja yang lainnya. ‘wah,,lihat namja itu terlihat tampan dan seksi, karena warna kulitnya. Kurasa dia anak baru’ gumam beberapa yeoja yang melihatnya.

#at the class

Kali ini kelas Seulri akan belajar sejarah. Dan sambil menunggu songsaengnim datang kebanyakan diantara mereka sibuk sendiri dengan urusan masing-masing. Ya, contohnya mengobrol, bercanda dengan teman sebangku bermain game,  berlari-larian di dalam kelas dan masih banyak lagi.  Dan tak berapa lama mereka sibuk dengan urusan mereka, akhirnya Jung saem pun datang. Ia pun menyapa murid-muridnya.

“annyeong anak-anak” sapa Jung saem

“annyeong saem” balas semua murid serempak.

“oh, ya anak-anak hari ni kita mendapat kabar bagus” kata Jung saem. Semua murid pun menatap bingung ke arah guru mereka. Lalu bertanya.

“apa itu saem?” tanya salah satu murid

“kalian akan mendapatkan teman baru. Bahkan sekaligus dua orang. Eumm, kalian boleh masuk.” Jelas saem sambil mengajak murid baru itu masuk. Baru sampai di pintu kelas semua yeoja yang melihat mereka pun terpesona. Saking terpesonanya sampai-sampai membuat mereka sampai tak berkedip #lebay deh -_-.

Berbeda dengan Seulri, itu karena ia sedang melirik kearah lain dengan wajah termenung dan muram. Namun, ketika ia berbalik dan beralih menghadap ke papan tulis. Betapa terkejutnya ia ketika melirik kedua namja didepan kelasnya. Ia terkejut karena salah satu namja yang di depan kelas itu adalah namja menyebalkan yang kemarin bertemu dengannya. ‘mwo? Untuk apa namja itu kemari?’pikir Seulri bingung.

 

_KAI PoV_

“kalian akan mendapatkan teman baru. Bahkan sekaligus dua orang. Eumm, kalian boleh masuk.” Panggil saem yang baru saja menuntunku dengan seorang namja disampingku ini ke kelas baruku ini.

Ya, sekarang ini adalah sekolah baruku.  Akhirnya setelah 1 tahun jauh dari Seoul, sekarang kembali juga.  Terasa lama sekali aku jauh dari sahabatku itu. Seorang yeoja yang kukenal sejak SD. Yeoja itu Park Seul Ri.  Ia  pasti belum tahu kenapa sebelumnya aku hilang tanpa jejak darinya.

_Flashback _

Awalnya aku masih belum menyadari aku mempunyai penyakit ini. Tapi ketika beberapa hari sebelum hari kelulusan, aku merasa kepala sakit sekali. Ku kira sakit kepala biasa, jadi kubiarkan saja. Empat hari berturut-turut aku selalu merasa kesakitan dengan kepalaku. Dan sampai pada tepat sehari sebelum hari kelulusan aku tetap memaksakan untuk masuk sekolah. Akibatnya pada malam hari tiba-tiba saja kepalaku sakit luar biasa, aku tidak bisa menahannya sama sekali bersamaan dengan itu tiba-tiba saja hidungku mengeluarkan banyak darah. Setelah itu aku sudah tak merasakan apa-apa lagi. Dan ketika kubangunpun aku sudah ditempat lain. Ya, aku sudah ada di rumah sakit. Tapi aku tak yakin rumah sakit yang kutempati ini rumah sakit di Korea. Dan ya, benar saja ternyata sedang di sebuah rumah sakit di Amerika kata eommaku.

“Bagaimana bisa? Bukankah baru kemarin aku pingsan!.” Tanyaku pada eommaku.

“tidak nak, kau sudah 5 hari tak sadarkan diri. Eomma sangat khawatir, nak! Dan saat eomma dan appamu membawamu ke rumah sakit di Korea. Dokter memvonis penyakit kanker itu..sudah stadium dua. Eomma dan appa sangat shock. Dan tanpa pikir panjang, karena appamu mempunyai teman dokter dari Amerika yang sering mengatasi masalah kanker. Akhirnya eomma dan appa memutuskan untuk membawamu ke sini.” Jelas eomma panjang lebar dengan mata berkaca-kaca.

“MWO? Lalu sekolahku bagaimana? Tanyaku lagi kaget.

“kau ini sedang sakit masih saja memikirkan sekolah. Kau tenang saja kami sudah mengurus semuanya. Kau juga lulus dari sekolahmu itu. chukkae adeul!.  tapi untuk tahun ini kau masih harus berada disini. Untuk menuntaskan semua pengobatanmu. Ne!” jawab appa.

“jinjja? Heuhh  ,syukurlah. Tapi apakah appa sudah menghubungi  Seulri?” tanyaku khawatir jika Seulri mencariku, tapi aku sudah tidak ada di Seoul.

“Seulri? Temanmu itu ya? Sepertinya belum.  Mungkin karena kami terlalu panik, dan fokus untuk mengurusmu jadi tidak sempat menghubungi siapapun. Mau appa hubungi sekarang? tawar appa.

“belum. Jangan, jangan ditelepon dulu. Aku tak mau ia tahu tentang penyakitku. Dan aku tak mau membuatnya khawatir.  Biar aku saja yang menghubunginya. Jika waktunya sudah tepat.” Cegahku pada appa.

“ah, baiklah jika kau maunya begitu” balas appa.

“ehmm, tapi bolehkah aku meminta satu permintaan pada kalian!”

“tentu, apa permintaanmu nak?” tanya appa.

“setelah penyakitku sembuh bolehkah aku kembali lagi ke korea.?” tanyaku ragu.

“baiklah. Itu tak masalah asalkan kau cepat pulih.” Jawab appa.

“ahh,, gomawoyo~ eomma appa kalian baik sekali.” Balasku sambil memeluk mereka.

_End flasback_

 

Dan sejak saat itu aku belum berani menghubungi Seulri. Tapi ia selalu saja menghubungiku. Walaupun begitu aku sengaja tak mengangkatnya. Aku belum siap. Dan pada akhirnya aku terpikirkan sesuatu. Yaitu membuatkan surat untuknya(inget yang part 1). Agar ia tahu keadaanku saat itu dan ya.. agar ia tak khawatir lagi denganku. Dan setelah aku memberinya surat ia sudah mulai jarang menghubungiku. Mungkin ia sudah mulai tak terlalu mengkhawatiriku.  Setelah lama aku mengalami perawatan di rumah sakit Amerika akhirnya aku bisa kembali lagi ke Seoul.  Tapi beberapa hari sebelum ke Seoul aku menghubungi  Seulri. Untuk memberi tahunya seuah kejutan. Dan inilah kejutannya aku kembali ke Seoul  dan kembali lagi untuknya. Aku sangat merindukannya.

_Kembali ke cerita_

“ya,, kalian silahkan memperkenalkan diri! Dimulai dari kau” suruh saem sambil menunjuk ke arahku.  Tapi sebelum itu aku memperhatikan seorang yeoja yang sedang duduk sendiri sambil menatap sinis seseorang  yang ada didepan kelas. Dan sepetinya itu untuk orang yang disampingku ini. Apa Seulri sudah mengenalnya?.

“eheemm, kenapa kau diam saja. Cepat perkenalkan dirimu!”  kata saem memecahkan lamunanku. ‘Ah guru ini cerewet sekali’ tukasku dalam hati

“nee,, baiklah. Annyeong Haseyo. Nae ireumeun Kim Jongin imnida. Kalian bisa memanggilku  KAI. Mannaso bhanggawoyo.” Kataku memperkenalkan diri.

“Selanjutnya” kata saem meneruskan

 

_Seulri PoV_

“nee,, baiklah. Annyeong Haseyo. Nae ireumeun Kim Jongin imnida. Kalian bisa memanggilku  KAI. Mannaso bhanggawoyo.” Kata seorang murid  namja meperkeakan diri.

‘sepertinya aku pernah mendengar nama ini. Dan aku merasa sangat familiar dengan muka namja itu. siapa ya? apa aku pernah mengenalnya?’ pikirku dalam hati. Ah, tapi untuk apa dipikirkan lagian tidak penting juga.

Akupun memalingkan pandanganku pada orang yang beberapa hari lalu membuatku jengkel.  Aku yakin pasti itu namja yang selalu membuatku kesal.

“selanjutnya” sambung Jung saem.

“ne, annyeong Oh Sehun imnida. Kalian bisa memanggilku Sehun. Gamsahamnida” lanjut namja itu.

Dan yap benar ini adalah namja yang kemarin itu. akhh menyebalkan sekali kenapa ia harus sekolah disini. Menyebalkan.  Tiba tiba suara saem memecahkan lamunanku.

“ya.. kau Kai silahkan duduk kau boleh memilih duduk dengan Seulri !” tawar saem sambil menujukan bangku yang kosong itu pada namja yang diketahui bernama KAI itu. Yang aku sendiri masih penasaran kenapa sepertinya aku pernah kenal dengannya.

“dan kau Sehun kau bisa duduk dengan Lay” suruh saem. Sehun pun langsung berjalan ke arah meja Lay.

Dan  namja yang bernama KAI berjalan ke arah mejaku. Dan dia langsung duduk disampingku. Ah, tak apalah aku punya teman sebangku kali ini. Tapi kenapa aku harus sekelas dengan orang menyebalkan itu (re: Sehun). Belum kenal saja sudah sangat menjengkelkan. Bagaimana nanti.

“hai, Seulri” sapa namja yang duduk di sampingku. Aku mengernyit ‘Hahh, kenapa ia bisa tahu namaku. Sepertinya aku belum berkenalan dengannya’ pikirku.

“hai, juga. Hei, kenapa kau bisa tahu namaku?” Jawabku.

“tentu saja aku tahu, tapi apa kau tak tahu siapa aku?” tanya Kai agak terkejut.

“ani, memangnya kau siapa?”tanyaku balik.

“ah, kau tidak ingat ya. Sudahlah lupakan. Tapi maukah kau temani aku istirahat nanti keliling sekolah ini. Sepertinya aku belum tahu semua seluk beluk sekolah ini.” Ajaknya.

“ah, ne. baiklah nanti aku temani.” Jawabku ‘jika moodku baik :p’

 

_Sehun PoV_

Aku tak menyangka sekarang aku sudah berada di sekolah ini. Padahal baru beberapa hari kemarin aku masih ada di Amerika. Ah, kalau bukan karena appa yang memaksaku kemari. Aku tak akan kesini. Dan masih sekolah bersama teman-teman lamaku. Ah, lagi pula untuk apa disesalkan. Toh, ini semua sudah terjadi.

Dan sekarang aku sudah berada di kelas bersama dengan murid baru. Tapi jika diperhatikan namja yang disebelahku ini kulitnya lebih gelap dari ku, postur tubuhnya tegap. Dan ya, kuakui memang ia terlihat berkarisma dan dewasa. Hanya tetap saja aku lebih tampan darinya. Bukan, aku lebih putih, aku lebih tinggi darinya, dan aku lebih terlihat muda dari pada dia. Hehehe aku tahu aku memang tampan. # author :oppa kenapa kau narsis sekali (-_-“), Sehun: suka-suka gue yang narsis gue bukan lo. Masalah buat loe? #plak #abaikan.

Tak lama saem pun menyuruh kami untuk memperkenalkan diri. Dan akupun memperkenalkan diri setelah namja yang disampingku ini yang bernama Kai. Dan ketika aku sedang memperkenalkan diri aku melihat seorang yeoja yang belakangan hari ini terasa familiar. Dan ya ternyata yeoja itu adalah yeoja yang kubawa ke ruang kesehatan kemarin karena pingsan. Ternyata aku sekelas dengan yeoja menyebalkan itu. Menarik.

Setelah aku memperkenalkan diri. Akhirnya saem mempersilahkanku duduk.  Aku pun duduk dengan namja yang bernama Lay. Dan kulihat namja yang bernama Kai duduk dengan yeoja menyebalkan itu. ah, tidak penting untuk apa aku memperhatikan mereka, cih.

“annyeong” sapa Lay.

“annyeong” balasku datar tanpa menengok ke arahnya.

“cih, hanya itu saja pelit sekali kau berbicara” lanjutnya.

“memangnya aku harus berbicara apa padamu?” jawabku dingin.

“ani, hanya saja.. ah sudahlah. Perkenalkan Zhang Yixing imnida. Kau bisa memanggilku Lay.” Balasnya sambil memperkenalkan diri.

“oh, ne kau sudah tahu namaku bukan.” Jawabku

“ne, kau Sehun kan. Nanti kau ke kantin bersamaku, ne. Kita kan teman sebangku. Aku ingin tahu lebih banyak tentangmu. hehehe” tawarnya

“terserah kau saja” jawabku dingin.

#skip

Author Pov

Kring…..kringg…kringg

Bell istirahat berbunyi semua siswa berhamburan keluar kelas. Untuk mencari asupan otak dan juga energi yang telah terkuras karena belajar tadi. Dan akibatnya dalam hitungan menit kantin akan penuh sesak dengan orang-orang kelaparan. Berbeda dengan Lay dan Sehun. Mereka berjalan dengan santainya menuju kantin dengan tatapan penuh arti dari para siswa yeoja yang melihatnya. Mereka masih terpesona dengan siswa baru yang menjadi trendsenter tiba-tiba. Tapi walaupun begitu Sehun tidak pernah memperdulikan hal itu. Toh, sejak ia sekolah di America sudah seperti ini tidak ada bedanya dengan ia sekolah di Korea.

“hey, Sehun. Lihat tatapan mereka, menggelikan sekali bukan” ujar Lay.

“aku sudah terbiasa dengan ini.” Jawab Sehun pendek.

Lay mendelik “sudah terbiasa. Memangnya kau sudah lama seperti ini”

“ya, sejak di Amerika”Jawab Sehun

“wah, jadi kau pernah bersekolah di luar negeri. Berarti kau lancar berbahasa inggris bukan? Wow, daebak! Oh, ya ngomong-ngomong apa yang membuatmu pidah kesini?”

“kau tak perlu tahu hal itu” balas Sehun dingin.

“cih, ya sudah”

Sehun pun mengalihkan pandangannya ke arah taman yang berhadapan langsung dengan kantin. Memperhatikan semua yang ada di sana. Sampai pandangannya terhenti dengan dua orang, yang salah satunya mungkin ia kenal. Kedua orang itu tampaknya baru ada di sana dan tengah menduduki bangku taman tersebut. Sehun semakin mempertajam pengkihatannya. Dan benar ternyata tak salah orang yang dilihatnya itu Seulri yang sedang bersama Kai. ‘sedang apa mereka ?’pikirnya mulai tertarik.

_Di lain Tempat_

“eumm, Kai aku sedang malas mengelilingi sekolah! Jadi, jika kau mau kau bisa ajak yang lain” ujar seseorang yang tidak lain tidak bukan adalah Seulri.

“tapi, tadi kau bilang ingin menemaniku!” ucap Kai

“itu tadi, sekarang aku tak mau. Aku sedang unmood. Aku ingin ke taman untuk menenangkan pikiranku, kau mau ikut?” ajak Seulri.

“ya, sudah”jawab Kai.

Merekapun berjalan ke arah taman dan duduk di bangku yang ada disana.  Lalu, tak lama Seulri memejamkan matanya dan menarik napas dalam-dalam dan menghempaskannya berulang-ulang. Menurutnya mungkin ini efektif untuk menenangkan pikiran walau hanya sejenak. Banyak hal yang bergentayangan di pikirannya apa lagi mengenai eommanya. Dilain sisi ia cemas bagaimana keadaan eommanya, dan disisi lain ia merasa ada yang janggal dengan eommanya hilang tiba-tiba. Padahal  sebelumnya kedua orang tuanya dalam keadaan baik-baik saja. ‘apa appa dan eomma bertengkar ?’ itu yang mendadi pertanyaannya sekarang ini.

Kai yang ada di sampingnya hanya bisa terdiam dan memperhatikan Seulri yang ada di sebelahnya. ia bingung apa yang telah terjadi dengan Seulri. ‘apa Seulri sedang ada masalah? Tak biasanya seperti ini?’ pikir Kai. Karena setahu dirinya Seulri akan seperti ini jika ada masalah yang benar-benar mengganggu pikirannya.

“Kau sedang ada masalah?” tanya Kai.

Seulri menoleh dan mengangguk pelan.

“kalau kau mau kau bisa cerita padaku!” ujar Kai.

“ah, sebaiknya tidak. Kita baru saja mengenal. Aku tak mau sembarangan curhat kepada orang lain.” Jawab Seulri dingin

Kai mengernyit. ‘ jadi sejak tadi Seulri tidak sadar bahwa aku sahabatnya dulu. Aissh, -_- aku menyesal sering mengatainya Lola atau pelupa.  Sekarang apa yang pernah kukatakan benar-benar terjadi. Dan ini sudah kelewat parah, bahkan iya tak menyadariku bahwa aku Kkamjong teman lamanya. Dasar  Seulri, Seulri’ pikir Kai.

“orang Lain? Jadi kau benar-benar tak mengingatku Seulri?” tanya Kai penuh selidik. ‘padahal ini kejutannya’

“eumm, memangnya kita pernah bertemu ya? Setahuku tidak.” Jawab Seulri dengan tatapan bingung dan innocentnya

#plakk kai menepuk dahinya.

“Seulri, seberapa parahnya kau mempunyai penyakit LoLa dan Pelupa. Bahkan setelah aku di hadapanmu kau masih belum mengenaliku, apa yang terjadi denganmu? Apa kau di cuci otaknya?” ujar Kai mulai kesal sambil mencengkeram bahu Seulri

Seulri mengernyit “kita saja baru berkenalan tadi. Tapi, kenapa kau sudah tau julukanku dengan sahabatku dulu?” tanya Seulri dengan polos

“ASTAGA! Apa yang terjadi dengan Seulri sahabatku. Hey, kau tidak ingat aku Kim Jong In, Kai, Kkamjong, teman lamamu sejak SD. Kau Lupa? OMONA. Kalau begini lama-lama aku bisa gila, aishh” mengacak-acak rambutnya.

“MWO? Apa  maksudmu aku adalah sahabatmu. Sejak SD? Benarkah?” Seulri mulai berpikir-pikir. Namun, saat ini jaringan syaraf pada otaknya kurang merespon dengan baik sehingga menyebabkannya seperti ini. “Haah?? Aku ingat” ucapnya “ah, ani-ani aku lupa apa yang aku pikirkan?” ucapnya kembali. (si Seulri ngajak berantem ye -_-)

#Plakk kai kembali menepuk dahinya. “ah, aku menye..” ucap Kai terputus

“MWO!!” ucap Seulri tiba-tiba. Kaipun mengelus dadanya karena terkejut dengan suara Seulri. Dan bukan hanya Kai yang terkejut dengan suara Seulri. Namun, semua siswa yang ada di tamanpun menengok kearahnya karena terkejut akan suaranya.

“ Tadi apa kau bilang? Kkamjong? Kau itu Kkamjong? Tidak mungkin, tidak mungkin.”

“tapi??” tiba-tiba Seulri menyentuh wajah Kai dengan kedua tangannya. Seperti mencari kepastian ia memperhatikan mata Kai baik-baik. Apa ada kebohongan di sana atau tidak. Kai  terkejut dengan gerakan tiba-tiba itu. Ditambah lagi wajah Kai dan Seulri yang berdekatan membuat Kai tak bisa menahan detak jantungnya yang semakin lama semakin cepat.

“kau benar-benar Kkamjong? Huaaa, ini benar-benar kau” ujar Seulri sambil memeluk Kai. Dan itu membuat Kai semakin membulatkan matanya.

“hei, sudah-sudah. Malu di lihat siswa lain.” Ujar Kai

 

_kembali ke Kantin_

“hey, Sehun kau sedang memperhatikan siapa? Seulri dan Kai?” Ujar Lay sambil melirik dua orang yang sedang duduk di taman itu.

“ani, aku tak memperhatikan mereka” bohong Sehun.

“Sehun-ssi, tak usah berbohong seperti itu. Jangan-jangan kau menyukai Seulri? Hey, asal kau tahu saja. Tidak mudah untuk mendapatkan seorang ketua club dance seperti dia.  Dia, itu agak dingin dengan namja. Bahkan, sudah banyak namja yang ia tolak cintanya. Tapi, aku heran kenapa secepat itu mereka akrab ya? Padahal Seulrikan yeoja yang  dingin terhadap namja.” cerocos Lay panjang lebar.

Sehunpun menganguk malas. Sebenarnya tadi ia tak mengajukan pertanyaan apapun tentang Seulri.  Ya, mau bagaimana lagi. Setidaknya  ia tahu sedikit tentang Seulri. ‘hei, tunggu sebentar. Tadi apa katanya Seulri adalah ketua Club dance? yang benar saja. Dia kan seorang yeoja, mana bisa?’ Pikir Sehun. Lalu ia terpikirkan sesuatu hal untuk mempermalukan Seulri. Walau bagaimanapun ia masih merasa kesal dengan Seulri dan ingin membalasnya  ’ah aku punya ide  bagus tentang ini.’ Pikir Sehun dan dengan senyum evilnya.

#SKIP#

Someone PoV

Panas matahari pagi mulai menyapaku. Memulai pekerjaan yang harus ku lakukan. Mengantar koran-koran dan susu kedelai ke tiap-tiap rumah. Semua itu adalah rutinitas pagiku. Belum lagi bekerja part time di salah satu restauran saat malam hari setelah aku kuliah. Menurutku itu semua hal biasa. Beruntung, semua hasil kerjaku dapat mencukupi kebutuhan sehari-hariku dan kuliah. Banyak temanku yang mengira aku mandiri seperti ini karena suruhan orang tua. Padahal, mereka tak tahu orang tuaku seperti apa. Bahkan aku saja tak tahu orang tuaku seperti apa. Aku sempat berpikir, jika aku tak bertemu Ahjumma Lee pasti aku sudah menjadi gelandangan dan tidak bisa sampai seperti ini. Katanya aku ditemukan saat di Taman Kota dan dalam keadaan menangis.

Flashback

“huaaaaa~ eomma kau dimana? Appa?” tangis seorang namja kecil yang saat itu masih berumur 4 tahun.

“eomma…appa.. dimana? Aku takut” dengan masih terus mengangis mengelilingi taman kota yang sudah mulai gelap dan sepi.

Tiba-tiba seorang ahjumma menghampiriku.

“ada apa anak manis, kenapa kau menangis?” ucap ahjumma itu.

“eomma..hiks dan appa.. hiks..hikss.. mereka meninggalkanku, ahjumma… padahal aku tadi pergi kesana sebentar. Dan saat aku kembali mereka sudah tidak ada…huaaa” ucap namja kecil itu menangis semakin kencang.

“apa kau yakin”

Namja kecil itupun mengangguk

“ya, sudah. Hari sudah mulai gelap. Lebih baik kau ikut ahjumma saja. Besok kita kembali lagi kesini mencari orang tuamu. Tidak baik anak kecil di luar malam-malam.” Ujar ahjumma itu. mengajak namja kecil itu ikut dengannya.

“kajja” ajak ahjumma iyu.

Namja kecil itu terdiam sesaat seakan ragu dengan tawaran ahjumma  itu. Lalu dengan sekejap ia menggeleng dan langsung menggenggam tangan ahjumma itu. Menandakan ia setuju dengan tawaran ahjumma itu, dan tersenyum. Ahjumma itu pun membalasnya dengan tersenyum kembali  kearahnya. Dan merekapun pergi meninggalkan taman itu menuju, ke rumah ahjumma tersebut.

 

 

 

 

_TBC_

Akhirnyyaaaa~~ selesai juga chap yang ini. Sempet mandeg di tengah jalan karena gak dapet-dapet imajinasi. Udah gitu, waktu buat nulisnya susah. Soalnya nae terlalu sibuk #cieeelahh (-_- iyadah yang sibuk). Tugas sekolah numpuk dimane-mane. Belom lagi les dan segala macem hal-hal yang menyangkut sekolahan. Kadang abis pulang sekolah bisa langsung tepar di kasur saking capeknya. Ya, gitu lah anak sekolahan gak bisa jauh-jauh dari kata tugas, ulangan, and belajar #eaaamalahcurhat. Jadi disempet-sempetin harus, kudu, mesti ngelanjutin ni  ff walaupun harus curi-curi waktu ckckck..  tp mian, ne buat para readers karena author terlalu lama ngelanjutinnya. Insyaallah kedepannya gak molor kayak gini lagi. Jadi, jangan males-males, ne buat RCLnya karena itu menentukan kelanjutaan ff ini… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s