FF Dance and Love Part 3

Dance and Love

Part 3

Author : Hasya Jung (@hasyahasya24)

Genre : School life, Romance, friendship,

Cast : Park Seul Ri (OC), Oh Sehun, Kim Jongin, Cho Minra

Other Cast :

–          Park Chanyeol as Seulri’s brother

–          Lee Yunri as Seulri’s friend

–          Zhang Yixing (LAY) as Sehun’s friend

And other

Length : Multichapter

Cuap-cuap author :

Ya.. sepertinya makin kesini-sini ceritanya makin gaje dan absurd. Mian, ne. Maklum karena ini ff multichapter pertama yang kubuat. Jadi, mohon commentnya ne. Biar tahu kesalahan ceritanya dimana. Jadi bisa diperbaiki di part-part selanjutnya deh! Udah ya segini dulu. kebanyakan bacot nih authornya!! *readers : emang -_-  Ya sudah langsung saja, ne dibaca.

Chap sebelumnya :

Facebook

Chap1 : https://www.facebook.com/notes/anfrhasya-haniva-elgeri/fanfiction_dance-and-love_/675836462444502

Chap2         :  https://www.facebook.com/notes/anfrhasya-haniva-elgeri/fanfiction_dance-and-love_-part-2/677687372259411

 

 

^^happy reading^^. Gomawo^^

.

.

.

.

#pagi hari di sekolah

Author POV

Kringgg…Kringg…Kringg

Bel tanda masuk berbunyi  memekakan telinga. Semua siswa  di  Seoul art high school yang masih di gerbang berlarian masuk ke kelas. Termasuk seorang namja tinggi, berkulit putih pucat  yang masih terlihat asing oleh beberapa siswa di sekolah itu. Banyak siswa yeoja yang memperhatikannya. Mata mereka tak henti-hetinya menatap ke namja itu. ‘sepertinya ia murid baru. Tapi ia tampan sekali’ pikiran siswa-siswa yeoja yang melihatnya. Disamping itu sebelum itu sudah ada namja berkulit tan dan juga tinggi yang berlari lebih dahulu. Dan, Ya ia juga termasuk siswa baru di sekolah itu. Sama dengan namja yang tadi, ia juga di komentari oleh siswa-siswa yeoja yang lainnya. ‘wah,,lihat namja itu terlihat tampan dan seksi, karena warna kulitnya. Kurasa dia anak baru’ gumam beberapa yeoja yang melihatnya.

#at the class

Kali ini kelas Seulri akan belajar sejarah. Dan sambil menunggu songsaengnim datang kebanyakan diantara mereka sibuk sendiri dengan urusan masing-masing. Ya, contohnya mengobrol, bercanda dengan teman sebangku bermain game,  berlari-larian di dalam kelas dan masih banyak lagi.  Dan tak berapa lama mereka sibuk dengan urusan mereka, akhirnya Jung saem pun datang. Ia pun menyapa murid-muridnya.

“annyeong anak-anak” sapa Jung saem

“annyeong saem” balas semua murid serempak.

“oh, ya anak-anak hari ni kita mendapat kabar bagus” kata Jung saem. Semua murid pun menatap bingung ke arah guru mereka. Lalu bertanya.

“apa itu saem?” tanya salah satu murid

“kalian akan mendapatkan teman baru. Bahkan sekaligus dua orang. Eumm, kalian boleh masuk.” Jelas saem sambil mengajak murid baru itu masuk. Baru sampai di pintu kelas semua yeoja yang melihat mereka pun terpesona. Saking terpesonanya sampai-sampai membuat mereka sampai tak berkedip #lebay deh -_-.

Berbeda dengan Seulri, itu karena ia sedang melirik kearah lain dengan wajah termenung dan muram. Namun, ketika ia berbalik dan beralih menghadap ke papan tulis. Betapa terkejutnya ia ketika melirik kedua namja didepan kelasnya. Ia terkejut karena salah satu namja yang di depan kelas itu adalah namja menyebalkan yang kemarin bertemu dengannya. ‘mwo? Untuk apa namja itu kemari?’pikir Seulri bingung.

 

_KAI PoV_

“kalian akan mendapatkan teman baru. Bahkan sekaligus dua orang. Eumm, kalian boleh masuk.” Panggil saem yang baru saja menuntunku dengan seorang namja disampingku ini ke kelas baruku ini.

Ya, sekarang ini adalah sekolah baruku.  Akhirnya setelah 1 tahun jauh dari Seoul, sekarang kembali juga.  Terasa lama sekali aku jauh dari sahabatku itu. Seorang yeoja yang kukenal sejak SD. Yeoja itu Park Seul Ri.  Ia  pasti belum tahu kenapa sebelumnya aku hilang tanpa jejak darinya.

_Flashback _

Awalnya aku masih belum menyadari aku mempunyai penyakit ini. Tapi ketika beberapa hari sebelum hari kelulusan, aku merasa kepala sakit sekali. Ku kira sakit kepala biasa, jadi kubiarkan saja. Empat hari berturut-turut aku selalu merasa kesakitan dengan kepalaku. Dan sampai pada tepat sehari sebelum hari kelulusan aku tetap memaksakan untuk masuk sekolah. Akibatnya pada malam hari tiba-tiba saja kepalaku sakit luar biasa, aku tidak bisa menahannya sama sekali bersamaan dengan itu tiba-tiba saja hidungku mengeluarkan banyak darah. Setelah itu aku sudah tak merasakan apa-apa lagi. Dan ketika kubangunpun aku sudah ditempat lain. Ya, aku sudah ada di rumah sakit. Tapi aku tak yakin rumah sakit yang kutempati ini rumah sakit di Korea. Dan ya, benar saja ternyata sedang di sebuah rumah sakit di Amerika kata eommaku.

“Bagaimana bisa? Bukankah baru kemarin aku pingsan!.” Tanyaku pada eommaku.

“tidak nak, kau sudah 5 hari tak sadarkan diri. Eomma sangat khawatir, nak! Dan saat eomma dan appamu membawamu ke rumah sakit di Korea. Dokter memvonis penyakit kanker itu..sudah stadium dua. Eomma dan appa sangat shock. Dan tanpa pikir panjang, karena appamu mempunyai teman dokter dari Amerika yang sering mengatasi masalah kanker. Akhirnya eomma dan appa memutuskan untuk membawamu ke sini.” Jelas eomma panjang lebar dengan mata berkaca-kaca.

“MWO? Lalu sekolahku bagaimana? Tanyaku lagi kaget.

“kau ini sedang sakit masih saja memikirkan sekolah. Kau tenang saja kami sudah mengurus semuanya. Kau juga lulus dari sekolahmu itu. chukkae adeul!.  tapi untuk tahun ini kau masih harus berada disini. Untuk menuntaskan semua pengobatanmu. Ne!” jawab appa.

“jinjja? Heuhh  ,syukurlah. Tapi apakah appa sudah menghubungi  Seulri?” tanyaku khawatir jika Seulri mencariku, tapi aku sudah tidak ada di Seoul.

“Seulri? Temanmu itu ya? Sepertinya belum.  Mungkin karena kami terlalu panik, dan fokus untuk mengurusmu jadi tidak sempat menghubungi siapapun. Mau appa hubungi sekarang? tawar appa.

“belum. Jangan, jangan ditelepon dulu. Aku tak mau ia tahu tentang penyakitku. Dan aku tak mau membuatnya khawatir.  Biar aku saja yang menghubunginya. Jika waktunya sudah tepat.” Cegahku pada appa.

“ah, baiklah jika kau maunya begitu” balas appa.

“ehmm, tapi bolehkah aku meminta satu permintaan pada kalian!”

“tentu, apa permintaanmu nak?” tanya appa.

“setelah penyakitku sembuh bolehkah aku kembali lagi ke korea.?” tanyaku ragu.

“baiklah. Itu tak masalah asalkan kau cepat pulih.” Jawab appa.

“ahh,, gomawoyo~ eomma appa kalian baik sekali.” Balasku sambil memeluk mereka.

_End flasback_

 

Dan sejak saat itu aku belum berani menghubungi Seulri. Tapi ia selalu saja menghubungiku. Walaupun begitu aku sengaja tak mengangkatnya. Aku belum siap. Dan pada akhirnya aku terpikirkan sesuatu. Yaitu membuatkan surat untuknya(inget yang part 1). Agar ia tahu keadaanku saat itu dan ya.. agar ia tak khawatir lagi denganku. Dan setelah aku memberinya surat ia sudah mulai jarang menghubungiku. Mungkin ia sudah mulai tak terlalu mengkhawatiriku.  Setelah lama aku mengalami perawatan di rumah sakit Amerika akhirnya aku bisa kembali lagi ke Seoul.  Tapi beberapa hari sebelum ke Seoul aku menghubungi  Seulri. Untuk memberi tahunya seuah kejutan. Dan inilah kejutannya aku kembali ke Seoul  dan kembali lagi untuknya. Aku sangat merindukannya.

_Kembali ke cerita_

“ya,, kalian silahkan memperkenalkan diri! Dimulai dari kau” suruh saem sambil menunjuk ke arahku.  Tapi sebelum itu aku memperhatikan seorang yeoja yang sedang duduk sendiri sambil menatap sinis seseorang  yang ada didepan kelas. Dan sepetinya itu untuk orang yang disampingku ini. Apa Seulri sudah mengenalnya?.

“eheemm, kenapa kau diam saja. Cepat perkenalkan dirimu!”  kata saem memecahkan lamunanku. ‘Ah guru ini cerewet sekali’ tukasku dalam hati

“nee,, baiklah. Annyeong Haseyo. Nae ireumeun Kim Jongin imnida. Kalian bisa memanggilku  KAI. Mannaso bhanggawoyo.” Kataku memperkenalkan diri.

“Selanjutnya” kata saem meneruskan

 

_Seulri PoV_

“nee,, baiklah. Annyeong Haseyo. Nae ireumeun Kim Jongin imnida. Kalian bisa memanggilku  KAI. Mannaso bhanggawoyo.” Kata seorang murid  namja meperkeakan diri.

‘sepertinya aku pernah mendengar nama ini. Dan aku merasa sangat familiar dengan muka namja itu. siapa ya? apa aku pernah mengenalnya?’ pikirku dalam hati. Ah, tapi untuk apa dipikirkan lagian tidak penting juga.

Akupun memalingkan pandanganku pada orang yang beberapa hari lalu membuatku jengkel.  Aku yakin pasti itu namja yang selalu membuatku kesal.

“selanjutnya” sambung Jung saem.

“ne, annyeong Oh Sehun imnida. Kalian bisa memanggilku Sehun. Gamsahamnida” lanjut namja itu.

Dan yap benar ini adalah namja yang kemarin itu. akhh menyebalkan sekali kenapa ia harus sekolah disini. Menyebalkan.  Tiba tiba suara saem memecahkan lamunanku.

“ya.. kau Kai silahkan duduk kau boleh memilih duduk dengan Seulri !” tawar saem sambil menujukan bangku yang kosong itu pada namja yang diketahui bernama KAI itu. Yang aku sendiri masih penasaran kenapa sepertinya aku pernah kenal dengannya.

“dan kau Sehun kau bisa duduk dengan Lay” suruh saem. Sehun pun langsung berjalan ke arah meja Lay.

Dan  namja yang bernama KAI berjalan ke arah mejaku. Dan dia langsung duduk disampingku. Ah, tak apalah aku punya teman sebangku kali ini. Tapi kenapa aku harus sekelas dengan orang menyebalkan itu (re: Sehun). Belum kenal saja sudah sangat menjengkelkan. Bagaimana nanti.

“hai, Seulri” sapa namja yang duduk di sampingku. Aku mengernyit ‘Hahh, kenapa ia bisa tahu namaku. Sepertinya aku belum berkenalan dengannya’ pikirku.

“hai, juga. Hei, kenapa kau bisa tahu namaku?” Jawabku.

“tentu saja aku tahu, tapi apa kau tak tahu siapa aku?” tanya Kai agak terkejut.

“ani, memangnya kau siapa?”tanyaku balik.

“ah, kau tidak ingat ya. Sudahlah lupakan. Tapi maukah kau temani aku istirahat nanti keliling sekolah ini. Sepertinya aku belum tahu semua seluk beluk sekolah ini.” Ajaknya.

“ah, ne. baiklah nanti aku temani.” Jawabku ‘jika moodku baik :p’

 

_Sehun PoV_

Aku tak menyangka sekarang aku sudah berada di sekolah ini. Padahal baru beberapa hari kemarin aku masih ada di Amerika. Ah, kalau bukan karena appa yang memaksaku kemari. Aku tak akan kesini. Dan masih sekolah bersama teman-teman lamaku. Ah, lagi pula untuk apa disesalkan. Toh, ini semua sudah terjadi.

Dan sekarang aku sudah berada di kelas bersama dengan murid baru. Tapi jika diperhatikan namja yang disebelahku ini kulitnya lebih gelap dari ku, postur tubuhnya tegap. Dan ya, kuakui memang ia terlihat berkarisma dan dewasa. Hanya tetap saja aku lebih tampan darinya. Bukan, aku lebih putih, aku lebih tinggi darinya, dan aku lebih terlihat muda dari pada dia. Hehehe aku tahu aku memang tampan. # author :oppa kenapa kau narsis sekali (-_-“), Sehun: suka-suka gue yang narsis gue bukan lo. Masalah buat loe? #plak #abaikan.

Tak lama saem pun menyuruh kami untuk memperkenalkan diri. Dan akupun memperkenalkan diri setelah namja yang disampingku ini yang bernama Kai. Dan ketika aku sedang memperkenalkan diri aku melihat seorang yeoja yang belakangan hari ini terasa familiar. Dan ya ternyata yeoja itu adalah yeoja yang kubawa ke ruang kesehatan kemarin karena pingsan. Ternyata aku sekelas dengan yeoja menyebalkan itu. Menarik.

Setelah aku memperkenalkan diri. Akhirnya saem mempersilahkanku duduk.  Aku pun duduk dengan namja yang bernama Lay. Dan kulihat namja yang bernama Kai duduk dengan yeoja menyebalkan itu. ah, tidak penting untuk apa aku memperhatikan mereka, cih.

“annyeong” sapa Lay.

“annyeong” balasku datar tanpa menengok ke arahnya.

“cih, hanya itu saja pelit sekali kau berbicara” lanjutnya.

“memangnya aku harus berbicara apa padamu?” jawabku dingin.

“ani, hanya saja.. ah sudahlah. Perkenalkan Zhang Yixing imnida. Kau bisa memanggilku Lay.” Balasnya sambil memperkenalkan diri.

“oh, ne kau sudah tahu namaku bukan.” Jawabku

“ne, kau Sehun kan. Nanti kau ke kantin bersamaku, ne. Kita kan teman sebangku. Aku ingin tahu lebih banyak tentangmu. hehehe” tawarnya

“terserah kau saja” jawabku dingin.

#skip

Author Pov

Kring…..kringg…kringg

Bell istirahat berbunyi semua siswa berhamburan keluar kelas. Untuk mencari asupan otak dan juga energi yang telah terkuras karena belajar tadi. Dan akibatnya dalam hitungan menit kantin akan penuh sesak dengan orang-orang kelaparan. Berbeda dengan Lay dan Sehun. Mereka berjalan dengan santainya menuju kantin dengan tatapan penuh arti dari para siswa yeoja yang melihatnya. Mereka masih terpesona dengan siswa baru yang menjadi trendsenter tiba-tiba. Tapi walaupun begitu Sehun tidak pernah memperdulikan hal itu. Toh, sejak ia sekolah di America sudah seperti ini tidak ada bedanya dengan ia sekolah di Korea.

“hey, Sehun. Lihat tatapan mereka, menggelikan sekali bukan” ujar Lay.

“aku sudah terbiasa dengan ini.” Jawab Sehun pendek.

Lay mendelik “sudah terbiasa. Memangnya kau sudah lama seperti ini”

“ya, sejak di Amerika”Jawab Sehun

“wah, jadi kau pernah bersekolah di luar negeri. Berarti kau lancar berbahasa inggris bukan? Wow, daebak! Oh, ya ngomong-ngomong apa yang membuatmu pidah kesini?”

“kau tak perlu tahu hal itu” balas Sehun dingin.

“cih, ya sudah”

Sehun pun mengalihkan pandangannya ke arah taman yang berhadapan langsung dengan kantin. Memperhatikan semua yang ada di sana. Sampai pandangannya terhenti dengan dua orang, yang salah satunya mungkin ia kenal. Kedua orang itu tampaknya baru ada di sana dan tengah menduduki bangku taman tersebut. Sehun semakin mempertajam pengkihatannya. Dan benar ternyata tak salah orang yang dilihatnya itu Seulri yang sedang bersama Kai. ‘sedang apa mereka ?’pikirnya mulai tertarik.

_Di lain Tempat_

“eumm, Kai aku sedang malas mengelilingi sekolah! Jadi, jika kau mau kau bisa ajak yang lain” ujar seseorang yang tidak lain tidak bukan adalah Seulri.

“tapi, tadi kau bilang ingin menemaniku!” ucap Kai

“itu tadi, sekarang aku tak mau. Aku sedang unmood. Aku ingin ke taman untuk menenangkan pikiranku, kau mau ikut?” ajak Seulri.

“ya, sudah”jawab Kai.

Merekapun berjalan ke arah taman dan duduk di bangku yang ada disana.  Lalu, tak lama Seulri memejamkan matanya dan menarik napas dalam-dalam dan menghempaskannya berulang-ulang. Menurutnya mungkin ini efektif untuk menenangkan pikiran walau hanya sejenak. Banyak hal yang bergentayangan di pikirannya apa lagi mengenai eommanya. Dilain sisi ia cemas bagaimana keadaan eommanya, dan disisi lain ia merasa ada yang janggal dengan eommanya hilang tiba-tiba. Padahal  sebelumnya kedua orang tuanya dalam keadaan baik-baik saja. ‘apa appa dan eomma bertengkar ?’ itu yang mendadi pertanyaannya sekarang ini.

Kai yang ada di sampingnya hanya bisa terdiam dan memperhatikan Seulri yang ada di sebelahnya. ia bingung apa yang telah terjadi dengan Seulri. ‘apa Seulri sedang ada masalah? Tak biasanya seperti ini?’ pikir Kai. Karena setahu dirinya Seulri akan seperti ini jika ada masalah yang benar-benar mengganggu pikirannya.

“Kau sedang ada masalah?” tanya Kai.

Seulri menoleh dan mengangguk pelan.

“kalau kau mau kau bisa cerita padaku!” ujar Kai.

“ah, sebaiknya tidak. Kita baru saja mengenal. Aku tak mau sembarangan curhat kepada orang lain.” Jawab Seulri dingin

Kai mengernyit. ‘ jadi sejak tadi Seulri tidak sadar bahwa aku sahabatnya dulu. Aissh, -_- aku menyesal sering mengatainya Lola atau pelupa.  Sekarang apa yang pernah kukatakan benar-benar terjadi. Dan ini sudah kelewat parah, bahkan iya tak menyadariku bahwa aku Kkamjong teman lamanya. Dasar  Seulri, Seulri’ pikir Kai.

“orang Lain? Jadi kau benar-benar tak mengingatku Seulri?” tanya Kai penuh selidik. ‘padahal ini kejutannya’

“eumm, memangnya kita pernah bertemu ya? Setahuku tidak.” Jawab Seulri dengan tatapan bingung dan innocentnya

#plakk kai menepuk dahinya.

“Seulri, seberapa parahnya kau mempunyai penyakit LoLa dan Pelupa. Bahkan setelah aku di hadapanmu kau masih belum mengenaliku, apa yang terjadi denganmu? Apa kau di cuci otaknya?” ujar Kai mulai kesal sambil mencengkeram bahu Seulri

Seulri mengernyit “kita saja baru berkenalan tadi. Tapi, kenapa kau sudah tau julukanku dengan sahabatku dulu?” tanya Seulri dengan polos

“ASTAGA! Apa yang terjadi dengan Seulri sahabatku. Hey, kau tidak ingat aku Kim Jong In, Kai, Kkamjong, teman lamamu sejak SD. Kau Lupa? OMONA. Kalau begini lama-lama aku bisa gila, aishh” mengacak-acak rambutnya.

“MWO? Apa  maksudmu aku adalah sahabatmu. Sejak SD? Benarkah?” Seulri mulai berpikir-pikir. Namun, saat ini jaringan syaraf pada otaknya kurang merespon dengan baik sehingga menyebabkannya seperti ini. “Haah?? Aku ingat” ucapnya “ah, ani-ani aku lupa apa yang aku pikirkan?” ucapnya kembali. (si Seulri ngajak berantem ye -_-)

#Plakk kai kembali menepuk dahinya. “ah, aku menye..” ucap Kai terputus

“MWO!!” ucap Seulri tiba-tiba. Kaipun mengelus dadanya karena terkejut dengan suara Seulri. Dan bukan hanya Kai yang terkejut dengan suara Seulri. Namun, semua siswa yang ada di tamanpun menengok kearahnya karena terkejut akan suaranya.

“ Tadi apa kau bilang? Kkamjong? Kau itu Kkamjong? Tidak mungkin, tidak mungkin.”

“tapi??” tiba-tiba Seulri menyentuh wajah Kai dengan kedua tangannya. Seperti mencari kepastian ia memperhatikan mata Kai baik-baik. Apa ada kebohongan di sana atau tidak. Kai  terkejut dengan gerakan tiba-tiba itu. Ditambah lagi wajah Kai dan Seulri yang berdekatan membuat Kai tak bisa menahan detak jantungnya yang semakin lama semakin cepat.

“kau benar-benar Kkamjong? Huaaa, ini benar-benar kau” ujar Seulri sambil memeluk Kai. Dan itu membuat Kai semakin membulatkan matanya.

“hei, sudah-sudah. Malu di lihat siswa lain.” Ujar Kai

 

_kembali ke Kantin_

“hey, Sehun kau sedang memperhatikan siapa? Seulri dan Kai?” Ujar Lay sambil melirik dua orang yang sedang duduk di taman itu.

“ani, aku tak memperhatikan mereka” bohong Sehun.

“Sehun-ssi, tak usah berbohong seperti itu. Jangan-jangan kau menyukai Seulri? Hey, asal kau tahu saja. Tidak mudah untuk mendapatkan seorang ketua club dance seperti dia.  Dia, itu agak dingin dengan namja. Bahkan, sudah banyak namja yang ia tolak cintanya. Tapi, aku heran kenapa secepat itu mereka akrab ya? Padahal Seulrikan yeoja yang  dingin terhadap namja.” cerocos Lay panjang lebar.

Sehunpun menganguk malas. Sebenarnya tadi ia tak mengajukan pertanyaan apapun tentang Seulri.  Ya, mau bagaimana lagi. Setidaknya  ia tahu sedikit tentang Seulri. ‘hei, tunggu sebentar. Tadi apa katanya Seulri adalah ketua Club dance? yang benar saja. Dia kan seorang yeoja, mana bisa?’ Pikir Sehun. Lalu ia terpikirkan sesuatu hal untuk mempermalukan Seulri. Walau bagaimanapun ia masih merasa kesal dengan Seulri dan ingin membalasnya  ’ah aku punya ide  bagus tentang ini.’ Pikir Sehun dan dengan senyum evilnya.

#SKIP#

Someone PoV

Panas matahari pagi mulai menyapaku. Memulai pekerjaan yang harus ku lakukan. Mengantar koran-koran dan susu kedelai ke tiap-tiap rumah. Semua itu adalah rutinitas pagiku. Belum lagi bekerja part time di salah satu restauran saat malam hari setelah aku kuliah. Menurutku itu semua hal biasa. Beruntung, semua hasil kerjaku dapat mencukupi kebutuhan sehari-hariku dan kuliah. Banyak temanku yang mengira aku mandiri seperti ini karena suruhan orang tua. Padahal, mereka tak tahu orang tuaku seperti apa. Bahkan aku saja tak tahu orang tuaku seperti apa. Aku sempat berpikir, jika aku tak bertemu Ahjumma Lee pasti aku sudah menjadi gelandangan dan tidak bisa sampai seperti ini. Katanya aku ditemukan saat di Taman Kota dan dalam keadaan menangis.

Flashback

“huaaaaa~ eomma kau dimana? Appa?” tangis seorang namja kecil yang saat itu masih berumur 4 tahun.

“eomma…appa.. dimana? Aku takut” dengan masih terus mengangis mengelilingi taman kota yang sudah mulai gelap dan sepi.

Tiba-tiba seorang ahjumma menghampiriku.

“ada apa anak manis, kenapa kau menangis?” ucap ahjumma itu.

“eomma..hiks dan appa.. hiks..hikss.. mereka meninggalkanku, ahjumma… padahal aku tadi pergi kesana sebentar. Dan saat aku kembali mereka sudah tidak ada…huaaa” ucap namja kecil itu menangis semakin kencang.

“apa kau yakin”

Namja kecil itupun mengangguk

“ya, sudah. Hari sudah mulai gelap. Lebih baik kau ikut ahjumma saja. Besok kita kembali lagi kesini mencari orang tuamu. Tidak baik anak kecil di luar malam-malam.” Ujar ahjumma itu. mengajak namja kecil itu ikut dengannya.

“kajja” ajak ahjumma iyu.

Namja kecil itu terdiam sesaat seakan ragu dengan tawaran ahjumma  itu. Lalu dengan sekejap ia menggeleng dan langsung menggenggam tangan ahjumma itu. Menandakan ia setuju dengan tawaran ahjumma itu, dan tersenyum. Ahjumma itu pun membalasnya dengan tersenyum kembali  kearahnya. Dan merekapun pergi meninggalkan taman itu menuju, ke rumah ahjumma tersebut.

 

 

 

 

_TBC_

Akhirnyyaaaa~~ selesai juga chap yang ini. Sempet mandeg di tengah jalan karena gak dapet-dapet imajinasi. Udah gitu, waktu buat nulisnya susah. Soalnya nae terlalu sibuk #cieeelahh (-_- iyadah yang sibuk). Tugas sekolah numpuk dimane-mane. Belom lagi les dan segala macem hal-hal yang menyangkut sekolahan. Kadang abis pulang sekolah bisa langsung tepar di kasur saking capeknya. Ya, gitu lah anak sekolahan gak bisa jauh-jauh dari kata tugas, ulangan, and belajar #eaaamalahcurhat. Jadi disempet-sempetin harus, kudu, mesti ngelanjutin ni  ff walaupun harus curi-curi waktu ckckck..  tp mian, ne buat para readers karena author terlalu lama ngelanjutinnya. Insyaallah kedepannya gak molor kayak gini lagi. Jadi, jangan males-males, ne buat RCLnya karena itu menentukan kelanjutaan ff ini… ^^

FF Dance and Love Part 2

Dance and Love

Part 2

Author : Hasya Jung (@hasyahasya24)

FB : Anfrhasya Haniva Elgeri

Genre : School life, Romance, friendship,

Cast : Park Seul Ri, Oh Sehun, Kim Jongin, Cho Minra

Other Cast :

–          Park Chanyeol as Seulri’s brother

–          Lee Yunri as Seulri’s friend

–          Zhang Yixing (LAY) as Sehun’s friend (next chap)

And other

Length : Multichapter

Rating : 15 +

*gak ngerti masalah rating-ratingan. Yang jelas segala umur, asalkan bisa baca aja. FF ini aman kok (?).

Ya.. sepertinya makin kesini-sini ceritanya makin gaje. Mian, ne. Maklum karena ini ff multichapter pertama yang kubuat. Jadi, mohon commentnya ne. Biar tahu kesalahan ceritanya dimana. Jadi bisa diperbaiki di part-part selanjutnya deh! Udah ya segini dulu. kebanyakan bacot nih authornya!! No Plagiarsm!! No Silent readers!!

Happy Reading

.

.

.

Preview

“Oh, ya appa. Maaf sebelumnya kalau aku tidak sopan. Hmm~ sebenarnya apa yang membuat appa menyuruhku kembali kesini. Bukankah appa sebelumnya menyuruhku untuk sekolah di tempat yang appa inginkan! Dan aku menurutinya. Tapi sekarang kenapa tiba-tiba saja appa memintaku untuk kembali kesini ?” tanyaku langsung to the point pada appa.

*****************

_Author POV_

“Appa memintamu kembali ke Korea karena setelah kau lulus sekolah kau akan menggantikan appa untuk mengurus perusahaan kita. Nak!”jawab appa Sehun.

“Tapi bukankah appa masih bisa menungguku sampai selesai sekolah di Amerika!” Protes Sehun.

“Appa tidak bisa, nak.” Tolak appanya Sehun.

“Alasannya? Tanya Sehun.

“Alasannya karena appa ingin kau meneruskan perusahaan appa. Kau tahu appa semakin lama semakin tua. Mana mungkin selama hidup appa hanya mengurus perusahaan saja. Appa ingin menikmati masa tua appa. Kau juga kan anak satu-satunya yan apa miliki. Jadi hanya kau yang mewarisi perusahaan appa.   Dan kau akan menjalani itu setelah kau menyelesaikan sekolahmu. Tapi selama kau bersekolah disini kau akan mendapat pelajaran menangani perusahaan oleh asisten appa.” Balas appa Sehun

“Tapi, aku masih SMA appa! Apa hal ini tidak mengganggu aktivitas sekolahku? Aku saja belum tahu akan bersekolah dimana” kata Sehun masih mengelak.

“Kau tenang saja asisten appa akan mengurus jadwal-jadwal kapan kau akan belajar menangani perusahaan appa. Jadi, tidak akan mengganggu aktivitas sekolahmu. Dan appa harap kau tidak mengelak lagi Sehun. Dan tentang dimana kau bersekolah. Kau bisa memilih untuk home schooling atau sekolah umum. Ne!” balas appa Sehun

“baiklah, tapi untuk urusan sekolah aku memilih untuk sekolah umum appa. Tapi aku yang memilih sekolah dimana” Kata Sehun.

“hmm, ne. Asalkan kau tak bersekolah di tempat yang tidak berkualitas. Appa mengijinkannya. Dan appa ingin secepatnya kau menemukan sekolah yang cocok denganmu” tegas appa Sehun.

“Geurae, arraseo. Ya sudah appa aku istirahat dulu. Aku lelah”jawab Sehun. Sambi beranjak dari bangkunya. Dan langsung pergi ke kamarnya yang telah lama ia tinggalkan.

Dan setelah pembicaraan pajang tersebut Sehunpun masuk ke kamarnya. Ia pandangi seluruh sudut dikamarnya. Tak banyak yang berubah dari kamarnya. Ya setidaknya kamarnya tidak berubah fungsi dan masih rapi dan juga nyaman. Pikirnya.  Setelah lama melihat-lihat ia pun pergi mebersihkan diri. Dan langsung pergi tidur karena ia terlalu lelah untuk hari ini.

*****

Pagi hari

_Seulri POV_

Kringggggg..kringgggg

Suara alarm memecahkan keheningan dipagi hari. Aku mengerjapkan mataku sambil mengambil alarm. Aku pun duduk sambil mengumpulkan nyawaku yang belum sepenuhnya terkumpul (?). Dan nyawaku langsung terkumpul 100% ketika melihat jam berapa sekarang. Ternyata sudah pukul 06.30 am. Akupun terlonjak kaget. Dan langsung bangkit dari tempat tidur. Dan langsung mengambil handuk. Namun tanpa kusadari aku menginjak sesuatu(?) dan langsung terjatuh.

“akhhh…appo” gumamku.

“ahh kenapa ahjumma tidak membangunkanku. Biasanya ia selalu membangunkanku. Apa jangan-jangan ia datang telat hari ini. Ahh menyebalkan sekali.” Racauku.

Tak lama…

Dagggggg.. *sound effect gagal*

“aghhh,, neomu appo. Yakk, kenapa harus menabrak dinding sih! Menyebalkan!” Kataku sambil memegang kepalaku. Belum selesai sakit karena terpeleset ditambah lagi dengan menabrak dinding. Tidak bisakah ada yang lebih buruk dari ini.

Akupun mandi dan menyiapkan diri ke sekolah. Setelah itu aku buru-buru menyiapkan buku untuk hari ini. Lalu akupun langsung keluar dari kamarku dan menuruni tangga dengan cepat. Aku melirik jam tangan ku. “ah, jam 06.45 masih ada waktu untuk minum susu 5 menit.”kataku. Aku langsung kedapur dan membuat susu sebagai pengganjal perut sementara (?). Setelah meminumnya aku langsung keluar dari rumah dan menguncinya. Dan kutitipkan pada satpam di rumahku.

Setelah itu aku berlari untuk menuju kesekolah. Untung saja sekolahku dekat dengan rumah. Akupun melirik jamku lagi dan ternyata hanya tersisa 5 menit untuk sampai ke sekolah sebelum gerbang ditutup. Aku makin mempercepat lariku. Dan tak terasa sudah sampai disekolah. Tapi aku masih harus berlari ke kelas lagi. Namun, tiba-tiba aku menabrak seseorang.

BBRRUUKKK…

Dan bertambah lagi kesialanku. Akupun terjatuh. Dan sedikit meringis karena menabrak orang terlalu keras. Lalu aku mengangkat wajahku melihat orang yang ku tabrak.

“mmiaannhae, nan gwaenchana? sunbae aku benar-benar tidak sengaja. Aku buru-buru. Sekali lagi maaf sunbae.” Kataku pada sunbaeku ini yang ternyata adalah seorang ketua OSIS. Yang bernama Huang Zi Tao. Ya, dia merupakan murid pidahan dari China dua tahun lalu. Dan kurasa sebentar lagi dia akan memarahiku.

“yakk,, Park Seulri kalau jalan lihat-lihat kau tidak memakai matamu hah?” omelya. Benarkan. Dia memarahiku. Terang saja dia merupakan salah satu orang yang memiliki kata-kata pedas saat sedang marah. Ahh menyebalkan sekali.

“sekali lagi aku minta maaf sunbaenim.” Kataku minta maaf lagi kepadanya.

“ya, ya, ya. Sudah aku maafkan. Lain kali kalau jalan pakai matamu dengan baik.” Balasnya. Diapun pergi dari hadapan ku tapi sayub-sayub aku masih mendengar gumamannya. “dasar yeoja gila”itu gumanya.

“Dasar sunbae aneh”balasku dalam hati. Akupun melanjutkan lariku sampai ke kelas #segitunya amat buat kesekolah ya. Akupun sampai dikelas. Dan untung saja belum ada guru yang masuk. Ya, setidaknya aku tepat waktu sampai disini. Dan tak lama Park Saem datang. “hah, Park saem bukankah pelajaran dia itu besok.”kataku. “pelajaran Park saem itu sekarang Seulri. Kau lupa?” saut Soo Jung teman sekelasku. “jeongmal? Ehmm,, sepertinya bukan. Changkaman. Oh, iya aku lupa. Mian. Hehehe 😀 ”jawabku. “ah kau ini selalu LOLA. Tapi aku bingung kenapa kau dengan cepat daya tangkapmu saat menari. Dasar” balas Soo Jung.

“Pagi anak-anak” sapa Park saem

“Pagi Saem” jawab kelasku serempak.

“Kumpulkan tugas yang kemarin lusa yang kuberikan” lanjutnya lagi.

“Baik saem”jawab kelasku serempak lagi

Aku pun mengambil buku yang dimaksud. Tetapi tidak ada. Aku mencarinya kembali. Tetap tidak ada. Yang lain pun sudah mengumpulkan kedepan. Hanya aku yang belum mengumpulkan. ‘eotteokhae’ gumamku. Tiba-tiba. Park saem melirik ke arahku.

“Park Seulri. Kau tidak mengumpulkan tugasmu?” tanya Park saem yang terkenal dengan ke killer-annya ini.

“mmaaf, saem hhari ini aku lupa membawanya.” Jawabku gugup. Yah, bertambah lengkaplah kesialanku ini. Tidak lama lagi pasti aku akan di hukum.

“Lupa, lupa. Bagaimana bisa lupa hah? Aku paling tidak suka murid yang tak disiplin! Kau sudah melanggar peraturanku. Kau tahu apa hukumannya kan?” tatapnya tajam dan dingin.

“tapi aku benar-benar lupa saem, maafkan aku. Tapi aku benar-benar sudah mengerjakaannya.” Ucapku memelas.

“tidak ada tapi-tapian. Cepat keluar dari ruangan berdiri di depan tiang bendera segera.. sampai bel istirahat berbunyi. Atau kau mencari 50 artikel tentang sejarah kerajaan Dinasti ‘Joseon’ selengkap-lenkapnya!! ” ujarnya. Yang benar saja ia menghukumku tak tanggung-tanggung. Lebih baik berdiri ditengah lapangan dari pada mengerjakan tugas yang membosankan itu.

“baik, saem” jawabku malas . Semua orang yang ada di kelas pun melihat ke arahku sambil menahan tawa mereka. ‘bukannya kasihan malah menertawaiku -_-. Ahh, lagian kenapa aku bisa sampai lupa membawa tugas itu sih. Agghh sial sekali aku hari ini.’ Gumamku kesal dalam hati sambil mengacak-ngacak  rambut ku.

Akupun keluar ruangan dan langsung ke lapangan. Dan aku berdiri di depan bendera itu. ‘akhh tadi terpeleset, menabrak dinding, menabrak Tao sunbae plus sama kata-kata pedasnya, dan sekarang ditambah dengan hukuman. Kurang lengkap apa kesialan ku hari ini.’ Gumamku lagi sambil hormat menatap bendera.

1 menit….

10 menit….

15 menit….

30 menit….

1,5 jam….

Aku masih berdiri di depan bendera sambil hormat. Namun, tiba-tiba saja aku merasa perutku mual, perih, dan kepalaku tiba-tiba saja terasa berat. Jangan-jangan penyakit maag ku kambuh lagi. Sial, kenapa disaat seperti ini malah kambuh. Bisakah ini ditunda, aisshh ini menyiksa. Kalau bukan penyakit turunan eomma. Aku tak akan begini.  Semakin lama perutku semakin perih, kepalaku mulai berkunang-kunang. “ah, tidak-tidak jangan sekarang.” ujarku sambil memegang perutku. Tapi aku sudah tak tahan lagi. ‘ah, eomma tolonglah anakmu ini’ gumamku tak jelas.  Tak lama akupun kehilangan keseimbangan dan…

****

_Sehun POV_

Sinar matahari pagi masuk melalui celah-celah kamarku. Membuatku  terbangun dari tidur nyenyakku. Rasanya sangat sulit melepaskan tubuhku dari ranjang ini. Rasa lelahku belum benar-benar hilang sejak semalam. Tapi mau tak mau aku harus bangun. Akupun bangun dengan malas dari tempat tidurku. Aku mencari jamku dan meliriknya sekilas. Ternyata sudah pukul 07.00 am. Ah, ternyata aku kesiangan. Akupun langsung mengambil handukku dan mandi. Dan selesai mandi aku menyiap-nyiapkan diriku. Aku hari ini berniat untuk mencari sekolah baru yang tepat di daerah ini. Ya, sesuai permintaan appa untuk cepat-cepat mencari sekolah.

Akupun keluar dari kamarku dengan rapih. Aku langsung pergi ke ruang makan untuk mengisi perut yang kosong sejak malam. Dan di ruang makan aku bertemu dengan salah satu pelayan dan menanyakan sesuatu. “hmm, pelayan. Apa appa sudah berangkat kerja?”tanyaku ketika sedang makan sendirian di ruang makan yang besar ini. “iya, tuan muda. Ah, ya tuan muda tadi saya disuruh menyampaikan berita oleh tuan. Kata tuan jika tuan Sehun sudah menemukan sekolah yang tepat disuruh hubungi asisten tuan Oh. Ini nomornya! Katanya untuk membantu tuan Sehun mengurus surat-surat kepindahan ke sekolah baru” Kata pelayan itu sambil meberikan kertas yang berisi nomor asisten appa. “oh, ne. Gamsahamnida.” Balasku. Akupun selesai makan dan lansung bergegas keluar rumah.

Aku pun mulai mencari sekolah yang aku inginkan. Aku melajukan mobilku dari rumah. Dan setelah 15 menit mencari akupun menemukan sekolah yang aku inginkan. Yaitu, Seoul Art High School. Dan kurasa bersekolah di tempat seni akan mengasikkan, itu karena aku suka seni. Akupun meminggirkan mobilku. Dan setelah itu aku mengambil handphoneku dan menelpon asisten appa. Dan tak berapa lama iapun datang. Aku menyuruhnya masuk duluan. Setelah ia masuk ke sekolah akupun masuk untuk sekedar melihat-lihat saja seperti apa keadaan calon sekolahku nanti. Dan ketika aku sedang berjalan di lapangan. Aku melihat seorang yeoja sedang di hukum hormat ke bendera. “di hukum, cih kasian sekali” gumamku. Dan tak lama melihatnya berdiri tiba-tiba ia memegang perutnya, dan beralih menyentuh  kepalanya. Akupun mulai mendekatinya. Dan, tiba-tiba ia pingsan. Karena reflek akupun langsung menangkapnya.

Namun, aku merasa aneh melihat wajahnya. Sepertinya aku pernah melihatnya dimana ya?. Ah, tahu lah!. Akupun langsung membawanya ke ruang kesehatan yang ada di  sekolah ini. Dan untung aku tadi melewati lobi sekolah ini jadi aku sempat melihat denah sekolah ini. Dan ketika aku membawnya kesana untung saja ada dokter yang sedang berjaga disana. Yeoja inipun langsung dipersiksa oleh dokter itu.

“bagaimana keadaannya dok?” tanyaku.

“dia baik-baik saja. Dia pingsan karena maagnya sedang kambuh. Mungkin sebentar lagi akan sadar. Dan tolong berikan obat pereda sakit maag ini ketika ia bangun. Aku akan pergi keluar dulu sebentar.” Jawabnya sambil meninggalkan ruang kesehatan ini.

Dan tak berapa lama setelah dokter itu keluar yeoja ini pun sadar. Aku melihat wajahnya dan aku teringat akan sesuatu yaitu, dia adalah yeoja yang hampir kutabrak kemarin. Dan yap, benar saja ternyata benar dia.

_Seulri POV_

Aku merasakan di tempat yang empuk. Dan beraroma obat-obatan. Apa aku ada di ruang kesehatan. Akupun mengerjapkan mataku. Tapi masih sedikit terasa pusing. Dan ketika kesadaranku kembali seutuhnya. Aku melihat seorang namja tengah duduk di sofa sambil memainkan handphonenya. Dan setelah kulihat sepertinya dia bukan anak sekolah ini. “n-nuguseyo?” tanyaku.

“ah, kau sudah sadar rupanya.” Responya. Dan sekilas sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi dimana? . Ah, aku ingat dia adalah namja yang hampir menabraku kemarin. Tapi untuk apa dia kesini? Apa dia berniat balas dendam padaku. Dengan mencariku sampai sekolah seperti ini. Ah, tidak mungkin! Kurang kerjaan sekali dia.

“kau. bukannya kau namja yang hampir menabrak dan menamparku itu?” tanyaku penuh selidik.

“yap, benar. Dan kau yeoja kurang ajar yang berani menantangku bukan?” tanyanya lagi.

“yaaa, aku bertanya kenapa kau malah balik bertanya. Dasar nappeun namja!” protesku.

“heyy,, kau beraninya mengataiku seperti itu lagi. Bukannya berterima kasih malah mengataiku. Dasar yeoja aneh! Oh, ya yeoja aneh. Tadi, kau disuruh dokter meminum obat itu dan obatnya diatas meja .” jawabnya sambil menunjuk obat yang dimaksudnya.

“dan semoga setelah minum obat itu cerewet dan keanehanmu berkurang. Yeoja aneh! Mehrong :p ”lanjutnya lagi sambil pergi meninggalkan ruang kesehatan.

“heyy,, kau!! aishh menyebalkan sekali” gerutuku setelah dia meninggalkan ruang kesehatan.

#skip#

Kringggg…kringg

Bel istirahat pun berbunyi. Aku pun keluar dari ruang kesehatan dan pergi ke kantin. Lapar sekali rasanya. Dan ketika sedang berjalan di koridor mengarah kekantin. Tiba-tiba..

Dorrrr

“OMO (0_0)” kataku kaget. Langsung menengok kebelakang.

“hahahahahaha XD” tawa orang yang mengagetiku.

“yakk.. kalian!!. Jika jantungku cpot tiba-tiba bagaimana? Kalian sudah siap kehilanganku.”protesku kesal pada Minra dan Yunri.

“hehehe, mian kami hanya iseng saja. Habisnya, tadi kau kucari di kelas tak ada. Ya, sudah kajja kita ke kantin bersama” ajak Yunri

“kebetulan aku juga sudah lapar.. kajja”balasku tidak jadi marah (?).

 

Di kantin

“hey, aku tak tahu kenapa. Tapi kenapa aku sial sekali hari ini, ya?. Menyebalkan.” Kataku memulai pembicaraan.

“memangnya kau kenapa? Dihukum, ulangan dapat E, dibentak guru atau..” tanya Minra.

“tadi pagi aku telat bangun, dan aku langsung bagun dari ranjangku. Lalu tiba-tiba saja  aku terpeleset, dan tak lama setelah itu aku menabrak dinding. Dan ketika disekolah aku menabrak Tao sunbae ditambah lagi dengan lontaran kata-kata pedasnya. Kesialanku bertambah lagi ketika di hukum oleh Park saem. Aissh mengapa aku begitu sial hari ini!” jawabku menjelaskan semuanya.

“jinja? Kasihan sekali chingu kita yang satu ini hahaha”balas Yunri dengan tertawaannya.

“hey,, kau ini bukannya mensupport Seulri malah menertawainya. Aisshh, dasar!”kata Minra sambil menjitak kepala Yunri. #pletakk

“ahh, appo”rintih Yunri sambil memegang kepalanya.

“hehehe, makanya jangan suka meledek orang :p”kataku menambahkan.

“oh, ya biar ku tebak! Kau dihukum pasti karena tidak membawa tugas ya! Lalu apa hukuman dari Park saem?” tebak Yunri.

“ne, betul sekali. Bagaimana bisa kau tau? Aku saja belum memberi tahunya! Kau punya telepahty? Daebak!” ucapku dengan wajah polos.

“ah, kau seperti tidak tau dia saja. Dia sudah langganan mendapat hukuman dari Park saem. Yang terakhir ia di suruh membersihkan toilet siswa di sekolah ini sendirian. Gila bukan?” ucap Minra.

“jinjja? Waa.. kau lebih parah dari aku Yunri-ah.”

“ne, memangnya kau dihukum apa?”

“Tadi, aku disuruh berdiri di depan tiang bendera sampai jam istrahat. Tapi tadi karena maagku sedang kambuh aku pingsan. Padahal tidak biasanya aku bisa langsung pingsan bukan?” Jawabku

“mwo? Pingsan bagaimana bisa? Lalu siapa yang mengantarmu ke ruang kesehatan?”tanya Yunri kaget.

“pasti kau telat makan ya Seulri-ya?”tebak Minra. Yang tentu saja jawabannya ya. Karena kami juga mempunyai penyakit yang sama.

“hehehe iya, tapi tadi yang membawaku adalah seorang namja. Dia sangat menyebalkan. Sangat-sangat menyebalkan”jawabku

“namja? Siapa dia? Kelas berapa? Apa dia tampan?”tanya Yunri penasaran.

“aku tidak tahu. Dan aku bersyukur dia tbukan siswa sekolah disini. Hahaha”jawabku.

 

#skip#

_Author PoV_

Kringggg…..Kringggg…Kringggg

Bell tanda pulang pun berbunyi Seulri dan Kedua temannyapun pulang bersama. Mereka tidak ada jadwa latihan dance hari ini jadi mereka pulang lebih cepat dari bisanya. Di sepanjang jalan mereka mengobrol-ngobrol hal yang tak penting. Namun tiba-tiba saja handphone Seulri berbunyi menghentikan pembicaraan mereka sejenak untuk mengangkat telepon.

Appa calling

‘yeoboseyo’

‘yeoboseyo! Ada apa appa kenapa tiba-tiba menelpon?’

‘begini Seulri-ya. Eommamu sedang tidak bersama appa sekarang. Mungkin ia kembali ke Korea. Karena semua barang-barangnya sudah tak ada disini.  Dan sejak kemarin appa kehilangan kontak dengan ibumu, appa sudah menghubunginya berkali-kali tetap tidak bisa. Bisakah kau hubungi eommamu itu!. Appa khawatir sekali.’

‘mwo? Bagaimana bisa? Apa eomma dan appa sedang ada masalah? Bisakah appa ceritakan masalahnya! Lalu dimana eomma sekarang?’

‘hmm, s..ssebenarnya kami sedang ada masalah. Tapi appa tidak bisa menceritakannya sekarang Seulri, waktunya tidak tepat. Appa juga sudah mencari eommamu kemana-mana, appa juga sudah menyuruh anak buah appa untuk mencari eommamu. Tapi tetap tidak ada dimana-mana. Appa hampir gila, nak! Appa mohon tolong hubungi eommamu. Mungkin   kau bisa menghubunginya. Appa akan menyusul ke Korea besok! Ne.’

‘MWO? Bagaimana bisa? Sekarang sudah eomma benar-benar sudah tidak ada di Jepang? (ceritanya ortunya ada di jepang ya). Bagaimana bisa tiba-tiba seperti ini? Apa yang appa lakukan pada eomma? Appa tolong jelaskan padaku!!’

‘tidak bisa sekarang, adeul. Appa mohon kau mengerti! Appa hubungi lagi kau nanti… mianhae..’

Tuttt..tutt..tutt

‘appa! Yeoboseyo appa! Appa!’

Seulri menutup telponnya nanar. Diwajahnya terpancar raut gelisah. Ia tidak bisa berpikir jernih saat ini. Ia masih shock, bagaimana bisa tiba-tiba eommanya menghilang begitu saja. Apa eomma dan appa sedang ada masalah ?, bukankah selama ini baik-baik saja! Pikir Seulri. Teman-teman Seulri heran melihat perubahan raut wajah Seulri yang berubah menjadi gelisah.

“Seulri-ya ada apa? Kenapa setelah kau mengangkat telepon wajahmu berubah menjadi seperti itu?” tanya Minra penasaran dengan perubahan sikap temannya itu.

“ya, Seulri-ya ada apa? Kenapa kau hanya diam saja?”sambung Yunri.

“Seulri-ya”panggil Yunri sambil mengayunkan tangannya di depan wajah Seulri.

“ya!! Park Seul Ri!!”panggil Yunri lebih keras sambil menguncangkan badan Seulri.

“hhh,,ehh,, iyaa”jawab Seulri.

“hey, kau kenapa tiba-tiba melamun Seulri-ya? Ada apa sebenarnya?” tanya Minra khawatir.

“ehh, nan gwaenchana. Tidak ada apa-apa kok. Hehehe” jawab Seulri berbohong. Padahal dalam hatinya ia sangat gelisah, kalut, dan khawatir dengan keadaan eommanya sekarang.

“benar tidak ada apa-apa? Tapi apa kau tidak mau bercerita pada kami?”tanya Yunri khawatir

“jeongmal, nan gwaenchanayo. Sudah kajja kita pulang. Kajja!!” jawab Seulri masih mengelak.

“ya, sudah kajja” kata Minra dan Yunri berbarengan.

Merekapun melanjutkan perjalanan mereka. Sampai akhirnya Seulri sampai lebih dahulu.

#skip#

Sampai dirumah Seulri buru-buru masuk dan langsung mengganti pakaiannya. Setelah itu ia langsung mengambil handphonenya untuk menelpon eommanya. Panggilan pertama tidak ada jawaban. Yang kedua kalinya masih belum ada jawaban juga. Hingga berkali-kali dicoba tetap tidak ada jawaban. Ia mulai gelisah, khawatir, bingung, dan sedih bercampur semua menjadi satu dalam pikirannya. Ia pun mencoba mengirimi pesan kepada eommanya tetapi bukannya terkirim malah yang ada pengiriman gagal. Ia mulai frustasi. Apa yang harus ia lakukan. Akhirnya ia menelpon appanya untuk memberi tahu masalah ini.

‘yeoboseyo appa’

‘yeoboseyo, adeul? Apa kau sudah menghubungi ibumu?’

‘begini appa aku sudah menghubunginya berkali-kali tapi tetap tidak ada jawaban. Bagaimana ini appa? Sebenarnya apa yang terjadi? Aku sangat khawatir.. aku harus mencari eomma! Tapi Seoul itu kota yang besar appa!’

‘tenang saja appa sudah menyuruh anak buah appa untuk mencari eommamu di Seoul jadi kau tidak usah ikut. Lagipula kau itu kan harus sekolah. Jadi appa tak mau ini mengganggu kegitan sekolahmu, nak! Dan appa minta maaf ini semua jadi melibatkanmu. Maaf, karena appa tidak bisa menjaga eommamu dengan baik. Maafkan appa nak!’

‘tapi, appa aku ingin ikut mencari juga. Aku tidak akan tenang sebelum bertemu dengan eomma’

‘iya, nak appa tahu. Appa juga sama denganmu. Tapi serahkan semua ini pada appa. Karena appa yang mebuat semua ini terjadi. Appa yang bertanggung jawab atas semuannya.’

‘ya, sudah kalu itu mau appa. Tapi appa harus berjanji untuk menemukan eomma secepatnya, ne!’

‘iya nak, itu pasti’

‘baiklah, sudah dulu ya appa, annyeong’ tuttt-tutt-tutt

Setelah menutup telepon Seulri langsung ke ranjangnya. Sepertinya hari ini sangat membuatnya sangat pusing. Akhirnya ia tidur untuk menenangkan diri sejenak dari semua masalah di hari ini.

_TBC_

 

 

 

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Part 3

 Bagaimana  nasib Sehun apakah ia jadi sekolah dimana tempat Seulri berada? Bagaimana reaksi Seulri nantinya?

Dan masih ingatkah dengan kejutan apa yang akan diberikan Kai kepada Seulri?

Dan juga apa yang membuat eomma Seulri hilang tiba-tiba? Apa penyebabnya?

Kita tunggu semua  di part 3 ne! Gomawo karena sudah mau membaca ff yang aneh dan gaje ini. Sekian..

<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

FF Dance and Love Part 1

Dance and Love

Part 1

Author : Hasya Jung (twitter : @hasyahasya24)

Genre : School life, Romance, friendship,

Cast : Park Seul Ri, Oh Sehun, Kim Jongin, Cho Minra

Other Cast :

–          Park Chanyeol as Seulri’s brother

–          Lee Yunri as Seulri’s friend

–          Zhang Yixing (LAY) as Sehun’s friend

And other

Length : Multichapter

Ini adalah FF pertamaku. Jadi maaf kalo jelek dan ngebosenin. karena saya masih belajar. ini asli dari otak saya ya! jadi saya mohon untuk dirhargai ya. Maaf kalo banyak typo. dan jangan lupa untuk commentnya ya!! :).

Part 1

_Seulri POV_

Musik terdengar begitu keras. Memenuhi seisi ruangan. Melihat pantulan diriku di depan cermin besar. Yang sedang asiknya melenggak-lenggokan badannya ke kanan dari ke kiri. Saking menikmatinya aku hampir tidak sadar keringat mengucur bebas di wajahku. Aku pun mngusapnya dengan sapu tanganku.

Yap, inilah yang aku lakukan sekarang selain menjalankan kewajibanku sebagai siswi kelas 2 di Seoul art high school. Aku juga merupakan ketua Eskul dance di sekolah itu. Dan hampir setiap hari aku berada di ruang menari yang juga salah satu fasilitas sekolahku. Itu karena hanya untuk menghilangkan rasa bosanku dari buku dan guru-guru yang menyebalkan itu. Biasanya aku ditemani oleh Minra dan Yunri untuk latihan dance bersama.

Ya, mereka sama sepertiku sama-sama menyukai dance. Dan kami sudah berteman baik sejak kelas satu. Kemana-mana kami selalu bertiga. Tapi untuk kali ini mereka tidak bisa menemaniku latihan bersama. Karena suatu alasan.

“Yeoboseyo”

“Ya..Minra, Yunri kenapa kalian tidak datang-datang dari tadi. Aku menunggu kalian sejak siang tadi.  Dan asal kalian tahu aku sudah seperti orang gila menari-nari sendirian disini.” Teriakku.

“Yeoboseyo, ya Seulri-ya pelankan suaramu. Lama-lama telingaku bisa bengkak karena kau.  Oh, yaa Seulri-ya mian kami tidak bisa latihan bersama hari ini. Karena kami dapat tugas tambahan dari Park dSaeng. Kalau tidak selesai hari ini, habislah kami. Kau kan tahu sendiri seperti apa dia (?)  ” Balas Yunri.

“Ehh, mian. Aku tak tahu kalau suaraku sekeras itu. Hehehe. Hmm, memangnya kalian mebuat ulah apa sehingga Park saeng memberi kalian tugas tambahan ?” balasku.

“Hmm, kami berdua hanya lupa mengerjakan tugas yang kemarin lusa ia berikan. Dan akhirnya ia malah menambahkan tugas pada kami. Ishhh menyebalkan sekali.” Jelas Yunri.

“oh, geurae. Jadi begitu. Ya sudah, untuk kali ini tak usah latihan dulu. ne! Kerjakan saja tugas itu dengan baik! ne” kataku  menyarankan.

“iyaa Park Seulri, padahal tadi kau membentak-bentak kami. Dan sekarang langsung berubah jadi lembut. Seperti eommaku saja kau ini.hehehe” ledeknya

“yakk, kalian beraninya meledekku. Awas saja kan kubalas nan— tutt tutt tutt“ kataku terputus. Karena teleponnya sudah ditutup duluan oleh Yunri.

“aissh,, jinjja menyebalkan sekali dia.”gumamku kesal.

Tak lama setelah menelphone mereka, aku jadi tidak mood latihan. Dan daripada aku latihan sendirian lebih baik aku pulang. Lagipula ini sudah mau malam. Pikirku.

@@@ dijalan @@@

Aku pun pulang dengan berjalan kaki. Karena jarak antara sekolah dan rumahku tak terlalu jauh. Lalu akupun melihat lampu lalu lintasnya untuk menyebrang sudah berubah hijau (untuk para pejalan kaki). Namun ketika di tengah jalan tiba-tiba ada mobil yang mengerah tepat kearahku. Dan

“Gyaaaa” teriakku ketakutan sambil memejamkan mata.

“tjiiiiittttt” rem mobil berbunyi.

Tak lama akupun tersadar akan sesuatu. “ Kenapa rasanya tidak sakit apakah aku sudah mati.”pikirku. akupun membuka mataku. Dan ternyata mobil itu berhenti tepat di depan tempatku berdiri. “Fyuuhh, hampir saja” kataku sambil memegang keningku. Tapi tiba-tiba orang yang hampir menabrakku keluar dari mobilnya. Dan

“Hey kau! Apa kau ingin cepat-cepat mati, hah? Pakailah matamu jika menyebrang!” hardik orang yang hampir menabrakku itu. Yang ternyata adalah seorang namja.

“Yakk, seharusnya kau pakai matamu dengan baik, jelas-jelas ada orang yang menyebrang. Dan kau malah seenaknya saja menjalankan mobilmu secepat itu. Dasar nappeun namja !” balasku kasar.

“Kau, beraninya mengataiku seperti itu. Kau benar-benar ingin mati hah!” bentak namja itu sambil mengangkat tangannya seperti akan memukulku.

“Cihh, dasar nappeun namja. Hanya berani pada yeoja saja!. Ayo pukul aku jika kau berani !” kataku menantangnya.

“Yakk, kau menantangku hah!” bentaknya lagi. Dan seketika itu akupun  berlari menjauhi namja itu. Aku sedang malas melawan namja itu. Walaupun aku bisa taekwondo sekalipun.

“Yakk, kau jangan lari! Dasar Yeoja pengecut.”teriaknya kasar.

“Dasar nappeun namja, blee 😛 “ balasku sambil menjulurkan lidahku.

Dan aku pun berlari lagi. Hingga tak terasa aku sudah di depan rumahku yang cukup besar ini. Yah, tapi sayangnya rumah ini seperti tidak berpenghuni karena yang tinggal hanya aku dan Jung ahjumma yang mengurus seisi rumahku itu. Dan orang tuaku jarang sekali berada di rumah karena hampir setiap minggu mereka keluar negeri, hanya untuk pekerjaan mereka. Mereka memang memenuhi semua kebutuhanku. Tetapi masih ada yang kurang. Yaitu kasih sayang. Kalian tau kan bagaimana rasanya kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tua. Bahkan aku merasakannya sejak masih kecil. Dan aku hanya di rawat oleh Jung ahjumma. Aku juga menganggapnya seperti eommaku sendiri. Karena hanya ia satu-satunya orang yang dekat dan sayang padaku ketika dirumah.

@@in Seulri’s Bedroom@@

Setelah mandi untuk menyegarkan diri karena habis melarikan diri dari nappeun namja yang tadi hampir saja menabrakku. Akupun tidur-tiduran sambil meluruskan semua otot dan juga tulang belakang yang pegal-pegal. Namun tiba-tiba handphoneku berbunyi. Akupun mengangkat teleponnya.

“yeoboseyo” kataku

“yeoboseyo, hmm apakah ini benar Park Seulri?” kata seseorang di telepon itu. yang ternyata seorang namja.

“ne, mian. Ini dari siapa ya? Kenapa kau mengetahui namaku? Apa kita saling kenal?” kataku penasaran

“tentu saja kita saling mengenal. Kalau kita saling kenal darimana aku mengetahui namamu? Apa kau masih ingat denganku Seul-nie?”katanya tanya balik

“Saling kenal? Benarkah? Tapi dari kata-katamu sepertinya tidak asing bagiku. Siapa kau sebenarnya?” kataku makin penasaran. Hah ada-ada saja untuk hari ini. Tadi ada namja yang hampir menabrakku. Dan sekarang ada namja aneh dan misterius yang mengaku-ngaku mengenal diriku. Aneh sekali. Pikirku

“Seul-nie secepat itukah kau melupakanku. Masa kau tidak ingat padaku. Apa aku begitu mudah untuk dilupakan.” Balas namja itu

“Miann, nuguseoyo ? Nan jeongmal mollayo”kataku benar-benar tidak tahu.

“Kau benar-benar tidak tahu siapa aku? Ok, baiklah aku akan beritahu. Aku adalah…teman masa kecilmu. Kau benar-benar tidak ingat?” balasnya

“Teman masa kecilku. Nugu? Tunggu sebentar..teman masa kecilku..teman masa kecilku. Siapa ya? Aku benar-benar tidak ingat.” Kataku.

“Aduh sepertinya penyakit lupamu tambah parah saja. Ok akan ku beritahu siapa aku. Aku Kai. Dan nama asliku Kim Jongin. Dan aku adalah teman SD dan SMP mu.  Kau sudah ingat?” jelasnya.

“MWO!!” kataku

_Author POV_

“MWO!!” kata Seulrin kaget.

“kau benar benar Kai.. benarkah ini Kkamjongie teman masa kecilku? Kenapa dari tadi tak terpikirkan olehku ya? Ini benar Kkamjongie? Wahhh nan bogoshipoyo” katanya baru menyadari bahwa itu adalah teman masa kecilnya.

“Yakk, kau ini kukira kau benar-benar lupa padaku. Padahal baru 1 tahun kau kutinggal dan  kau sudah seperti ini. Aishh jinja! Apakah penyakit Lola dan pelupamu belum hilang-hilang sejak dulu? tapi By the way nado bogoshipoyo Seul-nie .”kata Kai

“mmianhae. Aku benar-benar tidak ingat. Hehehe. Oh, ya kenapa kau baru menghubungiku sekarang Kkamjongie. Setelah 1 tahun kau tanpa kabar berita. Dan ketika ku telfon hanphonemu tidak pernah aktif, aku juga sudah pernah mencari kerumahmu tapi yang kutemui hanya rumah kosong saja. Kemana kau selama ini? Kau ini benar-benar membuatku gila karena kehilangan kontak dengan sahabat kecilnya. Ishh menyebalkan.” Kata Seulrin kesal. Karena memang selama ini ia masih belum tahu keberadaan Kai. Dan selama 1 tahun ia benar-benar kehilangan kontak dengan sahabat kecilnya itu. Sampai-sampai membuatnya mengurung diri selama seminggu dikamarnya. Saking sedihnya.

Flashback

_Seulri POV_

“yeaayy, aku diterima di Seoul Arts high school. Tidak sia-sia aku belajar giat selama ini padahal aku termasuk orang yang malas. Ah, ya aku harus beritahu  Kai. Dan siapatahu ia bersekolah di tempat yang sama sepertiku.”gumamku sambil berjalan kerumah Kai untuk memberitahu kabar baik ini.

Namun ketika aku sampai disana yang kutemukan hanya rumah kosong saja. Tidak ada seorangpun dirumah itu. akhirnya aku berinisiatif untuk menanyakan pada tetangganya Kai.

“permisi ahjumma. Boleh saya bertanya kemana keluarga Kim saat ini? Sepertinya rumahnya sudah tidak ada penghuninya lagi.”kataku pada ahjumma itu.

“ne, sebenarnya Keluarga Kim sudah pindah dari sini sejak malam tadi.” Balas ahjumma itu.

“apakah ahjumma tahu mereka pindah kemana?” tanyaku lagi.

“maaf, saya tidak tahu mereka pindah kemana.”jawabnya lagi.

“oh, begitu. Terima kasih ahjumma atas informasinya” balasku sedih.

Akupun kembali kerumah dan mengabil hpku yang ada di kamar dan langsung menelfon ke nomornya Kai. Tapi tidak tersambung. Aku coba berulang kali. Tetap tidak bisa. “ah, eottokkhae kemana dia?kenapa meninggalkanku begitu saja. Padahal kita sudah berjanji tidak akan meninggalkan satu sama lain. Dan terasa baru saja kemarin aku bertemu denganmu. Tetapi kenapa sekarang kau menghilang bagai ditelan bumi Kkamjongie.” Kataku lirih dan tanpa terasa sudah ada sungai kecil mengalir di pipiku.

“kenapa kau meninggalkan aku Jongie. Meninggalkanku tanpa sebab. Wae?”kataku lirih sambil menangis dah menutup wajah ku dengan kedua tanganku. Aku benar-benar sedih saat ini.

Dan selama seminggu aku mengurung diri di kamar karena itu. Aku akan keluar jika aku makan dan minum saja. Mataku menghitam seperti panda karena selalu menangis setiap malam. Dan sampai pada saat yang sedikit membuatku tenang. Sebab aku mendapatkan surat dari seseorang.

From : Kkamjong

To : Seul-nie

Annyeong, Seulnie. Bagaimana kabarmu sekarang?. Baik saja bukan. Kuharap begitu. Oh, ya mian aku tidak memberi tahumu tentang menghilangnya aku. Sebenarnya aku dan keluargaku sudah tidak di Seoul lagi. Kami pindah keluar negeri untuk sementara. Dan soal diterimanya kau di SMA yang kau inginkan sebenarnya aku sudah mengetahuinya sebelum perayaan hari kelulusan kita. Maaf aku tidak menepati janjiku untuk tidak meninggalkanmu. Karena kepergianku yang mendadak aku tak sempat meberi tahumu, mianhae. Dan kau tenang saja aku berjanji akan kembali lagi nanti. Kau juga tak usah khawatir tentang keadaanku, aku baik-baik saja, ne. Tak usah mencariku ok. Jaga dirimu baik-baik, ne. Jangan sampai kau sakit hanya karena kutinggal 1 tahun. Karena jika kau sakit aku juga akan merasakannya. Dan jangan pernah menangis hanya karena kepergiaanku aku tahu kau adalah yeoja yang kuat. Fighting ne!Seulnie!. Dan kukira sampai disini saja suratku, ne. Mian telah telah mebuatmu bingung dan sedih. Aku berjanji tidak mengulanginya.

Annyeong!!

Your Best friend

 

Kkamjong

 

Setelah aku membacanya aku pun agak merasa tenang dan aku percaya bahwa Kai akan kembali lagi. Dan aku akan menunggunya.

End Flashback.

“Mianhae, Seulnie aku telah membuatmu sedih. Aku ada alasan tersendiri, mengapa aku meninggalkanmu. Sekali lagi maaf Seulnie. Oh, ya sekarang bagaimana keadaanmu? Baik-baik saja bukan? Hmm apakah surat yang setahun lalu kuberikan itu kau baca?”tanya Kai

            “tentu saja ku baca. Kalau tidak kubaca, mungkin saja aku masih mencarimu sampai sekarang. Dan kau tahu aku benar-benar kesepian karena tak ada kabarmu sama sekali. Dan apa kau masih ingat dengan janjimu yang kau tulis di surat itu?” jawab Seulri.

            “Janjiku? Tentu saja aku masih ingat. Memangnya aku ini orang pelupa seperti kau. Hehehe. Dan kau tenang saja. Aku akan menepati janjiku, ne. Oh, ya mungkin pada minggu-minggu ini aku akan memberikanmu sebuah kejutan untukmu. Kau tunggu saja ne!” balas Kai

            “Kejutan? Jinjja? Kejutan apa itu?” tanya  Seulri pensaran.

            “Belum saatnya aku memberitahumu. Kau tunggu saja. Aku pasti menghubungimu lagi ketika sudah saatnya. Jika aku memberitahumu sekarang bukan kejutan namanya. Oh, ya sudah dulu ne. Aku sudah mengantuk. Kapan-kapan ku lanjutkan kembali. Jaljayo ” Jawab Kai.

            “ yakkk, jangan tidur dulu. Aku masih ingin bicara banyak padamu.” Sambung  Seulri cepat

Dan tepat setelah Seulri mnyelesaikan kalimatnya. Tiba-tiba berbunyi.

            “tutt-tutt-tutt”

            “ahh, kenapa ia menutup dulu teleponnya. Padahal aku masih ingin bicara. Dan aku juga masih bingung tentang kejutan apa yang akan diberikan padaku. Semoga saja ia menepati janjinya.” Gumam Seulri dalam hati. Dan tak lama setelah ia menaruh handphonenya ia pun terlelap karena ia begitu lelah hari ini.

_Sehun POV_

“aisshh dasar yeoja gila.” Gumamku setelah kepergian yeoja yang hampir tertabrak olehku itu.  Baru saja beberapa jam aku di Korea. Sudah ada saja yang membuatku kesal. Menyebalkan sekali bukan. Belum hilang rasa kesalku karena tiba-tiba saja appa  memintaku pindah sekolah ke Korea. Padahal aku sudah nyaman berada di sekolah yang dulu juga dipilihkan oleh appa untukku. Ya bagaimana tidak. Sekolah yang appa pilihkan itu bisa dibilang sekolah paling populer di Amerika dan juga merupkan sekolah dengan fasilitas terlengkap. Tentunya juga sangat mahal. Mungkin aku termasuk orang beruntung karena keluargaku sangat mampu untuk menyekolahkanku di Havard of Art high school (ceritanya).

Namun aku masih bingung kenapa appa tiba-tiba saja menginginkanku pindah dari sana. Yang jelas-jelas sekolah itu ia yang pilih untukku dan ia juga yang memintaku pindah dari sana tiba-tiba. Aneh sekali bukan. Ia yang memintaku sekolah disana. Dan ia juga yang memintaku pindah dari sekolah itu secepatnya. Bagaimana tidak kesal.

Flashback

            “yeoboseyo” kata seseorang. Yang ternyata itu adalah appa ku.

            “ne, yeoboseyo. Ada apa appa? Kenapa appa tiba-tiba menelfonku?”tanyaku.

            “hmm, begini Sehun-ah. Sebelumnya appa minta maaf karena ini sangat tiba-tiba. Appa ingin meberitahumu bahwa kau sudah tidak bersekolah lagi di Amerika, kau akan pindah sekolah ke Korea. Dan ada suatu alasan mengapa appa memintamu pindah ke Korea. Maaf karena terlalu mendadak. Dan juga appa memintamu untuk kembali ke Korea lusa. Appa juga sudah menyiapkan semuanya. Jadi kau hanya tinggal berangkat saja.” Kata appaku tiba-tiba

MWO?! Kenapa tiba-tiba aku saja baru sekolah satu tahun disini. Aku juga sudah mulai nyaman tinggal disini. Dan kenapa appa seenaknya saja memintaku pindah sekolah. Apa alasanya?. Gumamku dalam hati

“Mwo? Pindah sekolah? Wae? Bukankah dulu appa yang memintaku untuk bersekolah disini. Tapi kenapa sekarang malah memintaku kembali ke Korea. Ada apa sebenarnya?” tanyaku penuh selidik.

“Appa akan menjelaskannya nanti setelah kau berada di Korea.” Jawab appa singkat

“Tapi appa kenapa harus tiba-tiba pindah seperti ini. Aku tidak bisa-“ jawabku terputus

“Tidak ada kata  penolakan untuk kali ini Sehun-ah. Kuharap kau bisa menuruti perintahku kali ini.” Sambung appa cepat.

“Bbaiklah appa. Jika itu maumu.” Kataku pasrah sudah tak bisa menolak lagi.

“Ya, sudah. Jika kau sudah sampai di Korea. Appa akan mengirim orang untuk menitipkan mobil di bandara agar kau bisa langung memakainya sendiri dan jika kau butuh sesuatu, kau hubungi aku. Sudah dulu ne. Appa tidak bisa berbicara lama-lama. Sebentar lagi appa ada rapat. Tutt-tutt-tutt.” Jawab appaku dan tak lama ia menutup telponnya.

Aku masih bingung kenapa appa dengan seenaknya saja menyuruhku seperti itu. apakah aku hanya dianggap sebagai bonekanya saja. Sehingga seenaknya saja ia memintaku menuruti perintahnya. Awalnya aku masih bisa terbiasa dengan sikap appa yang tiba-tiba berubah karena beberapa tahun yang lalu eomaku meninggal. Dan setelah kepergian eommaku, appa menjadi lebih sering mengatur semua kehidupanku dan terlihat lebih protektif. Seakan-akan aku tidak bisa mengatur hidupku sendiri.

End flashback

Dan tak lama setelah aku mengendarai mobil yang dititipkan appa dibandara, aku pun sampai dirumah. Banyak yang ingin kutanyakan pada appa. Apa yang membuat appa menjadi seperti ini. Apa yang sebenarnya terjadi?. Ahh.. semua pertanyaan ini makin membuatku pusing.

Setelah aku memakirkan  mobil. Akupun masuk kedalam rumah dengan membawa barang-barangku.

“Appa aku pulang” kataku sambil membuka pintu. Dan aku melihat seseorag sedang santai diruang tamu sambil membaca koran. Yang ternyata itu adalah appaku.

“Ahh, kau sudah pulang ternyata, ayo duduk dulu. biarkan barang-barang itu pelayan yang membawanya kedalam ”jawabnya sambil menawarkanku duduk.

“Oh, ya appa. Maaf sebelumnya kalau aku tidak sopan. Hmm~ sebenarnya apa yang mebuat appa menyuruhku kembali kesini. Bukankah appa sebelumnya menyuruhku untuk sekolah di tempat yang appa inginkan! Dan aku menurutinya. Tapi sekarang kenapa tiba-tiba saja appa memintaku untuk kembali kesini ?” tanyaku langsung to the point pada appa.

_TBC_

Gitar

Gitar

Title : Gitar

Author : Salsabila Rahma

.

.

~Happy Reading~

.

.

Suatu hari di sebuah sekolah musik di bilangan Bandung, terdapat seorang anak  laki-laki sedang memangku gitarnya, dan dihadapannya sudah ada beberapa bait chord gitar yang siap dimainkannya dengan didampingi oleh guru pembimbingnya. Lalu ia memetik  satu persatu senar gitarnya dan mulailah terdengar suara merdu dari gitar tersebut. Guru  pembimbingnya mengamati setiap bait yang dimainkan muridnya tersebut. Dan bait terakhir pun selesai.

“Congrats Mario, permainan gitarmu telah meningkat, hanya perlu diperdalam lagi supaya lebih piawai. Mengerti?” ucap gurunya

“Mengerti Mr.” sahut Mario

“Latihanmu selesai. Kamu boleh pulang.”

Mario beranjak dari tempat duduknya,  menutup buku-bukunya dan keluar dari ruang kelasnya. Saat melewati lorong sambil  menggendong gitar di bahu kirinya, samar-samar ia mendengar suara gadis bernyanyi di sepanjang lorong sekolah musiknya. Mendadak bulu kuduk Mario berdiri. Mario buru-buru  berlari meninggalkan lorong. Tapi saat melewati kelas vocal. Suara gadis itu makin kuat ter dengar, ternyata suara itu berasal dari kelas vocal, tepatnya ada gadis perempuan cantik,  berambut panjang dan berkulit kuning langsat, sedang mengikuti bimbingan vocal dari pembimbingnya. Lalu Mario mengintip dari balik pintu transparan didepannya. Suara gadis  itu begitu merdu. Sehingga Mario enggan menninggalkan tempat itu dan tanpa sadar , Mario telah tertidur pulas didepan kelas vocal dan gadis itu menemukan Mario lalu membangunkannya. Mario pun tersadar.

“Gue mimpi? Kenapa ada bidadari di hadapan gue?” Mario mengigau

“Heh bangun! Kamu tadi tidur di depan kelasku. Karena gak tega, aku gak bangunin  kamu saat itu juga. Dan akhirnya aku minta bantuan OB buat angkat kamu ke ruang tamu.”  jelas gadis itu itu. Perlahan Mario membuka matanya karena telah sadar kalau gadis yang diintip-nya tadi telah ada di hadapan wajahnya sekarang.

“Alhamdulillah, bangun juga. Kamu anak  sini juga ya? Dari kelas apa? Namamu siapa? Aku Melody…” beberapa pertanyaan telah  terlontar dari mulut gadis itu. Mario jadi bingung mau menjawab yang mana dulu. Ditambah lagi ia sangat gugup.

“Ma… Mario. Aku dari kelas gitar.” sahut Mario gugup.

“Gitarmu keren. Boleh aku lihat?” pinta Melody dengan antusiasnya. Mario pun

memberikan gitarnya.

“Kamu bisa main  gitar?” tannya Mario         begitu melihat Melody sangat antusias mengamati gitar- gitarnya.

“E…enggak hehe, tapi entah kenapa aku selalu tertarik setiap ada orang yang bermain gitar, siapa pun orangnya. Ingin sekali aku bersenandung diantaranya.” ujar Melody.

Mario hanya tersenyum tanpa melontarkan kata-kata apapun lalu beranjak pergi meninggalkan Melody sambil membawa gitar kesayangannya. Melody yang masih diam  ditempat hanya bertanya-tanya dalam hatinya. Kenapa dengan anak itu? Apa maksud dari senyumnya tadi? Batin Melody. Lalu Melody pun juga memutuskan untuk pulang karena hari sudah menjelang malam.

Malamnya mereka sama-sama memikirkan kejadian yang mereka alami tadi di  sekolah musik dalam kamar tidur mereka masing-masing. Dimana Melody sedang memikirkan sosok mario yang dirangkulnya tadi. Dan Mario tengah memikirkan bidadari cantik bersuara emas yang baru dikenaalnya tadi sore. Tiba-tiba dari dalam kamar, Mario mendengar lagu beauty and the beast’ lagu milik Cellin Dion yang tadi dinyanyikan Melody di sekolah musik.

Lantas Mario terkejut dan langsung keluar dari kamarnya. Ternyata  lagu tersebut berasal dari kamar kakak perempuannya, Mariska. Mario langsung membuka pintu kamar kakaknya  dan memergoki kakaknya sedang menonton video klip dari lagu tersebut yang kabarnya  video klip tersebut sangat romantis.

“Ngapain Mar?” tanya kakaknya.

“Aku kira Melody…” Ups! Mario keceplosan. Kakaknya tersenyum sinis dan Mariotelah siap  menerima bully dari kakaknya.

“Cie… oh, Melody namanya. Pasti pacar baru kamu ini jago nyanyi ya? Ketahuan  dari namanya.” tebak kakaknya.

“Iya kak. Suaranya emang cetarrr!!! Tadi pas aku di sekolah musik, aku denger dia nyanyi llagu ‘beauty and the beast’ yang tadi kakak stel. Makanya aku langsung kesini.”

“Oh… gitu, yaudah semoga langgeng ya! PJ(pajak jadian) jangan lupa!” canda kak Mariska.

“Belum pacaran!” tegas Mario.

“Belum, tapi akan. Udah-udah sana keluar, ganggu aja.” Mario pun kesal dan  langsung keluar dari kamar kakaknya menuju kamarnya lagi.

Keesokan harinya, Mario kembali mengikuti les gitar. Kabarnya, hari ini ia akan  berlatih dengan chord yang ada di lagu ‘different summer’ dari Demi Lovato untuk pentas di stasiun tv ternama di kota tersebut. But. Lalu perlahan Mario memainkan gitarnya. Tiba-tiba ada  yang datang, ternyata Ms. Gita bersama seseorang di beelakangnya. Saat Mario melirik ke  belakang Ms. Gita, ternyata orang yang bersama Ms. Gita adalah Melody. Mendadak jantung Mario serasa mau copot, melihat bidadari cantik yang ia temui kemarin telah duduk  disampingnya lagi kini.

“Maksud kedatangan kami kesini adalah untuk mengantarkan murid saya ini untuk  latihan bersama murid anda, Mr. Adi.” jelas Ms. Gita. Sontak Mario dan Melody pun terkejut  mendengar pernyataan yang dilontarkan Ms. Gita. Mr. Adi tersenyum.

“Oya, maaf sebelumnya saya tidak sempat memberi tahu kalian. Sebenarnya  kalian akan tampil dalam satu panggung dalam acara konser penyambutan Demi Lovato di  gedung teater.” ucap Mr. Adi.

“Hah?! Demi Lovato?!” mereka terkejut. Terlebih Melody yang fans berat Demi Lovato.

“Itu idola aku!” ujar Melody antusias.”impianku terwujud! Yeayy!”

“Ya sudah, kalian cepat latihan. Acaranya dua hari lagi! Tapi kami yakin, kalian pasti bisa! Fighting!”ujar Ms. Gita semangat. Mereka pun latihan. Mario begitu menikmati suara  merdu Melody begitupun Melody yang begitu nyaman dengan alunan gitar Mario.

Saat latihan hampir selesai, Mario memberanikan diri membuka percakapan.

“Melody…” panggilnya. Melody menoleh.

“Ya?” sahut Melody.

“K…katanya kamu tertarik kalau ada orang yang main gitar…?” tanya Mario gugup.

“Ya, terus?”

“Ada baiknya jika kamu belajar dan bisa memainkan gitar itu juga.” ujar Mario.

“Tapi, mau belajar sama siapa? Orang tuaku sibuk sama pekerjaannya masing-masing, kakakku masih kuliah di Kanada. Siapa yang mau ngajarin?” ujarnya sedih.

Mario tersenyum. “Kamu bisa piano kan? Biasanya kalau udah bisa piano, belajar gitarnya gampang. Aku mau kok ngajarin kamu.”. “kapanpun kamu mau belajar, aku siap buat ngajarin kamu. Aku yakin, kamu pasti cepat bisa.”

“Serius Mar?”

“Iya, mau sekarang?” tawar Mario.

“Ok!” ujar Melody sambil merebut gitar Mario dari genggaman tangannya. Mereka begitu menikmati setiap detik yang mereka alami saat latihan tersebut.  Tertawa, bercanda dan saat tatapan mereka bertemu. Tatapannya beda… ucap mereka dalam hati. Sudah pasti mereka berdua memang saling suka. Dan tinggal menunggu saatnya mereka saling mengungkapkan.

Dua hari pun berlalu, tibalah hari yang mereka tunggu-tunggu. Hari dimana mereka akan dipertemukan kembali dalam satu panggung. Melody sangat senang sekali dapat berbincang-bincang dengan idolanya yaitu Demi Lovato. Ternyata bukan hanya Demi Lovato sebagai penyanyi utama dalam konser ini, ada juga bintang tamu yang diajak bersama Demi  ke Indonesia,yaitu            Alyson, rekan duetnya saat di film Camp Rock 2. Demi pun telah tampil, sekarang giliran Mario dan Melody yang tampil dengan membawakan lagu milik Demi  yang berjudul The Gift Of a Friend soundtrack film Tinkerbell and The Lost Treasure. Mario melirik sejenak ke arah Melody sebelum ia memetik senar gitarnya.*Subhanallah… cantik sekali dia*ucap Mario dalam hati. Melody kini bagaikan tokoh Disney Princess yaitu Aurora. Mengapa       mengapa?  Karena gaun pink yang dikenakan Melody persis yang dikenakan Aurora di Disney. Sedangkan  Mario memakai jas hitam yang juga persis seperti pasangan Aurora di Disney. Pangeran Philip

. Mereka tampak sempurna di atas panggung. Dan Melody pun mulai mengeluarkan suara  emasnya.

“You can believe it. The gift of a friend.” Melody pun selesai bernyanyi. Mereka  membungkukkan badan mereka, sebagai tanda hormat dan terima kasih  kepada para penon-

ton. Semua penonton bertepuk tangan. Bahkan sang pemilik lagu yaitu Demi Lovato sampai

memeluk Melody karena senang lagunya telah dinyanyikannya dengan indah. Alyson mem-

berikn selamat pada Mario karena Mario sangat pintar dalam memainkan gitarnya.

“Kita berhasil!” ujar Mario gembira. bira saat sudah berada di belakang panggung.

“Ya!” Melody menyambutnya dengan gembira.

“Melody…” panggilnya. Melody menoleh.

“Ya?” sahut Melody.   *Ini saatnya*batin Mario.

“Apakah kau menyukaiku? Aku tahu, sorot matamu mengatakan begitu.” tanyanya

dengan penuh percaya diri.

“Tapi Mar,”

“Tapi apa? Apa semua yang kita jalani belum cukup untuk bukti?”

“Aku takut Mar,”

“Takut apa?” Mario penasaran.

“Aku takut rasa suka kamu akan berkurang kalau aku sudah jauh darimu.”

“Maksud kamu?” Mario bingung.

“Dua tahun ke depan, aku akan tinggal bersama kakakku di Kanada. Mungkin aku

akan kembali kesini saat kelas 12 SMA nanti.” ucapnya sedih. Mario spontan memeluknya.

Lalu berbisik padanya. “Aku akan nunggu kamu kok! Aku janji!” Lalu melody melepas pelukan

nya.

“Kamu yakin?”

“Iya Mel, asal kamu juga yakin sama janjiku ini. Sebagai tanda janjiku, aku titip gitar

kesayanganku ini ke kamu, agar kamu bisa ngelancarin permainan gitarmu disana.” ucap

Mario sambil memberikan gitarnya pada Melody.

“Lho, kamu gimana?”

“Gampang, aku bisa pakai gitar yang lain yang adad rumah.”

Keesokan harinya, Melody berangkat ke Kanada dan Mario ikut mengantarnya  ke bandara.

“Jangan lupa sering-sering hubungin aku ya.” ujar Mario. Melody tersenyum sambil mengacungkan satu ibu jarinya.  Pesawat Melody pun siap check out dari bandara.

Walaupun jarak memisahkan mereka, tapi selama komunikasi diantara mereka  masih terus berjalan. Mereka yakin, dua tahun adalah waktu yang singkat. Dan mereka yakin dapat menjalaninya. Dua tahun ke depan, semua penantian mereka akan terbalaskan. Hidup  mereka akan lebih sempurna.