FF Dance and Love Part 3

Dance and Love

Part 3

Author : Hasya Jung (@hasyahasya24)

Genre : School life, Romance, friendship,

Cast : Park Seul Ri (OC), Oh Sehun, Kim Jongin, Cho Minra

Other Cast :

–          Park Chanyeol as Seulri’s brother

–          Lee Yunri as Seulri’s friend

–          Zhang Yixing (LAY) as Sehun’s friend

And other

Length : Multichapter

Cuap-cuap author :

Ya.. sepertinya makin kesini-sini ceritanya makin gaje dan absurd. Mian, ne. Maklum karena ini ff multichapter pertama yang kubuat. Jadi, mohon commentnya ne. Biar tahu kesalahan ceritanya dimana. Jadi bisa diperbaiki di part-part selanjutnya deh! Udah ya segini dulu. kebanyakan bacot nih authornya!! *readers : emang -_-  Ya sudah langsung saja, ne dibaca.

Chap sebelumnya :

Facebook

Chap1 : https://www.facebook.com/notes/anfrhasya-haniva-elgeri/fanfiction_dance-and-love_/675836462444502

Chap2         :  https://www.facebook.com/notes/anfrhasya-haniva-elgeri/fanfiction_dance-and-love_-part-2/677687372259411

 

 

^^happy reading^^. Gomawo^^

.

.

.

.

#pagi hari di sekolah

Author POV

Kringgg…Kringg…Kringg

Bel tanda masuk berbunyi  memekakan telinga. Semua siswa  di  Seoul art high school yang masih di gerbang berlarian masuk ke kelas. Termasuk seorang namja tinggi, berkulit putih pucat  yang masih terlihat asing oleh beberapa siswa di sekolah itu. Banyak siswa yeoja yang memperhatikannya. Mata mereka tak henti-hetinya menatap ke namja itu. ‘sepertinya ia murid baru. Tapi ia tampan sekali’ pikiran siswa-siswa yeoja yang melihatnya. Disamping itu sebelum itu sudah ada namja berkulit tan dan juga tinggi yang berlari lebih dahulu. Dan, Ya ia juga termasuk siswa baru di sekolah itu. Sama dengan namja yang tadi, ia juga di komentari oleh siswa-siswa yeoja yang lainnya. ‘wah,,lihat namja itu terlihat tampan dan seksi, karena warna kulitnya. Kurasa dia anak baru’ gumam beberapa yeoja yang melihatnya.

#at the class

Kali ini kelas Seulri akan belajar sejarah. Dan sambil menunggu songsaengnim datang kebanyakan diantara mereka sibuk sendiri dengan urusan masing-masing. Ya, contohnya mengobrol, bercanda dengan teman sebangku bermain game,  berlari-larian di dalam kelas dan masih banyak lagi.  Dan tak berapa lama mereka sibuk dengan urusan mereka, akhirnya Jung saem pun datang. Ia pun menyapa murid-muridnya.

“annyeong anak-anak” sapa Jung saem

“annyeong saem” balas semua murid serempak.

“oh, ya anak-anak hari ni kita mendapat kabar bagus” kata Jung saem. Semua murid pun menatap bingung ke arah guru mereka. Lalu bertanya.

“apa itu saem?” tanya salah satu murid

“kalian akan mendapatkan teman baru. Bahkan sekaligus dua orang. Eumm, kalian boleh masuk.” Jelas saem sambil mengajak murid baru itu masuk. Baru sampai di pintu kelas semua yeoja yang melihat mereka pun terpesona. Saking terpesonanya sampai-sampai membuat mereka sampai tak berkedip #lebay deh -_-.

Berbeda dengan Seulri, itu karena ia sedang melirik kearah lain dengan wajah termenung dan muram. Namun, ketika ia berbalik dan beralih menghadap ke papan tulis. Betapa terkejutnya ia ketika melirik kedua namja didepan kelasnya. Ia terkejut karena salah satu namja yang di depan kelas itu adalah namja menyebalkan yang kemarin bertemu dengannya. ‘mwo? Untuk apa namja itu kemari?’pikir Seulri bingung.

 

_KAI PoV_

“kalian akan mendapatkan teman baru. Bahkan sekaligus dua orang. Eumm, kalian boleh masuk.” Panggil saem yang baru saja menuntunku dengan seorang namja disampingku ini ke kelas baruku ini.

Ya, sekarang ini adalah sekolah baruku.  Akhirnya setelah 1 tahun jauh dari Seoul, sekarang kembali juga.  Terasa lama sekali aku jauh dari sahabatku itu. Seorang yeoja yang kukenal sejak SD. Yeoja itu Park Seul Ri.  Ia  pasti belum tahu kenapa sebelumnya aku hilang tanpa jejak darinya.

_Flashback _

Awalnya aku masih belum menyadari aku mempunyai penyakit ini. Tapi ketika beberapa hari sebelum hari kelulusan, aku merasa kepala sakit sekali. Ku kira sakit kepala biasa, jadi kubiarkan saja. Empat hari berturut-turut aku selalu merasa kesakitan dengan kepalaku. Dan sampai pada tepat sehari sebelum hari kelulusan aku tetap memaksakan untuk masuk sekolah. Akibatnya pada malam hari tiba-tiba saja kepalaku sakit luar biasa, aku tidak bisa menahannya sama sekali bersamaan dengan itu tiba-tiba saja hidungku mengeluarkan banyak darah. Setelah itu aku sudah tak merasakan apa-apa lagi. Dan ketika kubangunpun aku sudah ditempat lain. Ya, aku sudah ada di rumah sakit. Tapi aku tak yakin rumah sakit yang kutempati ini rumah sakit di Korea. Dan ya, benar saja ternyata sedang di sebuah rumah sakit di Amerika kata eommaku.

“Bagaimana bisa? Bukankah baru kemarin aku pingsan!.” Tanyaku pada eommaku.

“tidak nak, kau sudah 5 hari tak sadarkan diri. Eomma sangat khawatir, nak! Dan saat eomma dan appamu membawamu ke rumah sakit di Korea. Dokter memvonis penyakit kanker itu..sudah stadium dua. Eomma dan appa sangat shock. Dan tanpa pikir panjang, karena appamu mempunyai teman dokter dari Amerika yang sering mengatasi masalah kanker. Akhirnya eomma dan appa memutuskan untuk membawamu ke sini.” Jelas eomma panjang lebar dengan mata berkaca-kaca.

“MWO? Lalu sekolahku bagaimana? Tanyaku lagi kaget.

“kau ini sedang sakit masih saja memikirkan sekolah. Kau tenang saja kami sudah mengurus semuanya. Kau juga lulus dari sekolahmu itu. chukkae adeul!.  tapi untuk tahun ini kau masih harus berada disini. Untuk menuntaskan semua pengobatanmu. Ne!” jawab appa.

“jinjja? Heuhh  ,syukurlah. Tapi apakah appa sudah menghubungi  Seulri?” tanyaku khawatir jika Seulri mencariku, tapi aku sudah tidak ada di Seoul.

“Seulri? Temanmu itu ya? Sepertinya belum.  Mungkin karena kami terlalu panik, dan fokus untuk mengurusmu jadi tidak sempat menghubungi siapapun. Mau appa hubungi sekarang? tawar appa.

“belum. Jangan, jangan ditelepon dulu. Aku tak mau ia tahu tentang penyakitku. Dan aku tak mau membuatnya khawatir.  Biar aku saja yang menghubunginya. Jika waktunya sudah tepat.” Cegahku pada appa.

“ah, baiklah jika kau maunya begitu” balas appa.

“ehmm, tapi bolehkah aku meminta satu permintaan pada kalian!”

“tentu, apa permintaanmu nak?” tanya appa.

“setelah penyakitku sembuh bolehkah aku kembali lagi ke korea.?” tanyaku ragu.

“baiklah. Itu tak masalah asalkan kau cepat pulih.” Jawab appa.

“ahh,, gomawoyo~ eomma appa kalian baik sekali.” Balasku sambil memeluk mereka.

_End flasback_

 

Dan sejak saat itu aku belum berani menghubungi Seulri. Tapi ia selalu saja menghubungiku. Walaupun begitu aku sengaja tak mengangkatnya. Aku belum siap. Dan pada akhirnya aku terpikirkan sesuatu. Yaitu membuatkan surat untuknya(inget yang part 1). Agar ia tahu keadaanku saat itu dan ya.. agar ia tak khawatir lagi denganku. Dan setelah aku memberinya surat ia sudah mulai jarang menghubungiku. Mungkin ia sudah mulai tak terlalu mengkhawatiriku.  Setelah lama aku mengalami perawatan di rumah sakit Amerika akhirnya aku bisa kembali lagi ke Seoul.  Tapi beberapa hari sebelum ke Seoul aku menghubungi  Seulri. Untuk memberi tahunya seuah kejutan. Dan inilah kejutannya aku kembali ke Seoul  dan kembali lagi untuknya. Aku sangat merindukannya.

_Kembali ke cerita_

“ya,, kalian silahkan memperkenalkan diri! Dimulai dari kau” suruh saem sambil menunjuk ke arahku.  Tapi sebelum itu aku memperhatikan seorang yeoja yang sedang duduk sendiri sambil menatap sinis seseorang  yang ada didepan kelas. Dan sepetinya itu untuk orang yang disampingku ini. Apa Seulri sudah mengenalnya?.

“eheemm, kenapa kau diam saja. Cepat perkenalkan dirimu!”  kata saem memecahkan lamunanku. ‘Ah guru ini cerewet sekali’ tukasku dalam hati

“nee,, baiklah. Annyeong Haseyo. Nae ireumeun Kim Jongin imnida. Kalian bisa memanggilku  KAI. Mannaso bhanggawoyo.” Kataku memperkenalkan diri.

“Selanjutnya” kata saem meneruskan

 

_Seulri PoV_

“nee,, baiklah. Annyeong Haseyo. Nae ireumeun Kim Jongin imnida. Kalian bisa memanggilku  KAI. Mannaso bhanggawoyo.” Kata seorang murid  namja meperkeakan diri.

‘sepertinya aku pernah mendengar nama ini. Dan aku merasa sangat familiar dengan muka namja itu. siapa ya? apa aku pernah mengenalnya?’ pikirku dalam hati. Ah, tapi untuk apa dipikirkan lagian tidak penting juga.

Akupun memalingkan pandanganku pada orang yang beberapa hari lalu membuatku jengkel.  Aku yakin pasti itu namja yang selalu membuatku kesal.

“selanjutnya” sambung Jung saem.

“ne, annyeong Oh Sehun imnida. Kalian bisa memanggilku Sehun. Gamsahamnida” lanjut namja itu.

Dan yap benar ini adalah namja yang kemarin itu. akhh menyebalkan sekali kenapa ia harus sekolah disini. Menyebalkan.  Tiba tiba suara saem memecahkan lamunanku.

“ya.. kau Kai silahkan duduk kau boleh memilih duduk dengan Seulri !” tawar saem sambil menujukan bangku yang kosong itu pada namja yang diketahui bernama KAI itu. Yang aku sendiri masih penasaran kenapa sepertinya aku pernah kenal dengannya.

“dan kau Sehun kau bisa duduk dengan Lay” suruh saem. Sehun pun langsung berjalan ke arah meja Lay.

Dan  namja yang bernama KAI berjalan ke arah mejaku. Dan dia langsung duduk disampingku. Ah, tak apalah aku punya teman sebangku kali ini. Tapi kenapa aku harus sekelas dengan orang menyebalkan itu (re: Sehun). Belum kenal saja sudah sangat menjengkelkan. Bagaimana nanti.

“hai, Seulri” sapa namja yang duduk di sampingku. Aku mengernyit ‘Hahh, kenapa ia bisa tahu namaku. Sepertinya aku belum berkenalan dengannya’ pikirku.

“hai, juga. Hei, kenapa kau bisa tahu namaku?” Jawabku.

“tentu saja aku tahu, tapi apa kau tak tahu siapa aku?” tanya Kai agak terkejut.

“ani, memangnya kau siapa?”tanyaku balik.

“ah, kau tidak ingat ya. Sudahlah lupakan. Tapi maukah kau temani aku istirahat nanti keliling sekolah ini. Sepertinya aku belum tahu semua seluk beluk sekolah ini.” Ajaknya.

“ah, ne. baiklah nanti aku temani.” Jawabku ‘jika moodku baik :p’

 

_Sehun PoV_

Aku tak menyangka sekarang aku sudah berada di sekolah ini. Padahal baru beberapa hari kemarin aku masih ada di Amerika. Ah, kalau bukan karena appa yang memaksaku kemari. Aku tak akan kesini. Dan masih sekolah bersama teman-teman lamaku. Ah, lagi pula untuk apa disesalkan. Toh, ini semua sudah terjadi.

Dan sekarang aku sudah berada di kelas bersama dengan murid baru. Tapi jika diperhatikan namja yang disebelahku ini kulitnya lebih gelap dari ku, postur tubuhnya tegap. Dan ya, kuakui memang ia terlihat berkarisma dan dewasa. Hanya tetap saja aku lebih tampan darinya. Bukan, aku lebih putih, aku lebih tinggi darinya, dan aku lebih terlihat muda dari pada dia. Hehehe aku tahu aku memang tampan. # author :oppa kenapa kau narsis sekali (-_-“), Sehun: suka-suka gue yang narsis gue bukan lo. Masalah buat loe? #plak #abaikan.

Tak lama saem pun menyuruh kami untuk memperkenalkan diri. Dan akupun memperkenalkan diri setelah namja yang disampingku ini yang bernama Kai. Dan ketika aku sedang memperkenalkan diri aku melihat seorang yeoja yang belakangan hari ini terasa familiar. Dan ya ternyata yeoja itu adalah yeoja yang kubawa ke ruang kesehatan kemarin karena pingsan. Ternyata aku sekelas dengan yeoja menyebalkan itu. Menarik.

Setelah aku memperkenalkan diri. Akhirnya saem mempersilahkanku duduk.  Aku pun duduk dengan namja yang bernama Lay. Dan kulihat namja yang bernama Kai duduk dengan yeoja menyebalkan itu. ah, tidak penting untuk apa aku memperhatikan mereka, cih.

“annyeong” sapa Lay.

“annyeong” balasku datar tanpa menengok ke arahnya.

“cih, hanya itu saja pelit sekali kau berbicara” lanjutnya.

“memangnya aku harus berbicara apa padamu?” jawabku dingin.

“ani, hanya saja.. ah sudahlah. Perkenalkan Zhang Yixing imnida. Kau bisa memanggilku Lay.” Balasnya sambil memperkenalkan diri.

“oh, ne kau sudah tahu namaku bukan.” Jawabku

“ne, kau Sehun kan. Nanti kau ke kantin bersamaku, ne. Kita kan teman sebangku. Aku ingin tahu lebih banyak tentangmu. hehehe” tawarnya

“terserah kau saja” jawabku dingin.

#skip

Author Pov

Kring…..kringg…kringg

Bell istirahat berbunyi semua siswa berhamburan keluar kelas. Untuk mencari asupan otak dan juga energi yang telah terkuras karena belajar tadi. Dan akibatnya dalam hitungan menit kantin akan penuh sesak dengan orang-orang kelaparan. Berbeda dengan Lay dan Sehun. Mereka berjalan dengan santainya menuju kantin dengan tatapan penuh arti dari para siswa yeoja yang melihatnya. Mereka masih terpesona dengan siswa baru yang menjadi trendsenter tiba-tiba. Tapi walaupun begitu Sehun tidak pernah memperdulikan hal itu. Toh, sejak ia sekolah di America sudah seperti ini tidak ada bedanya dengan ia sekolah di Korea.

“hey, Sehun. Lihat tatapan mereka, menggelikan sekali bukan” ujar Lay.

“aku sudah terbiasa dengan ini.” Jawab Sehun pendek.

Lay mendelik “sudah terbiasa. Memangnya kau sudah lama seperti ini”

“ya, sejak di Amerika”Jawab Sehun

“wah, jadi kau pernah bersekolah di luar negeri. Berarti kau lancar berbahasa inggris bukan? Wow, daebak! Oh, ya ngomong-ngomong apa yang membuatmu pidah kesini?”

“kau tak perlu tahu hal itu” balas Sehun dingin.

“cih, ya sudah”

Sehun pun mengalihkan pandangannya ke arah taman yang berhadapan langsung dengan kantin. Memperhatikan semua yang ada di sana. Sampai pandangannya terhenti dengan dua orang, yang salah satunya mungkin ia kenal. Kedua orang itu tampaknya baru ada di sana dan tengah menduduki bangku taman tersebut. Sehun semakin mempertajam pengkihatannya. Dan benar ternyata tak salah orang yang dilihatnya itu Seulri yang sedang bersama Kai. ‘sedang apa mereka ?’pikirnya mulai tertarik.

_Di lain Tempat_

“eumm, Kai aku sedang malas mengelilingi sekolah! Jadi, jika kau mau kau bisa ajak yang lain” ujar seseorang yang tidak lain tidak bukan adalah Seulri.

“tapi, tadi kau bilang ingin menemaniku!” ucap Kai

“itu tadi, sekarang aku tak mau. Aku sedang unmood. Aku ingin ke taman untuk menenangkan pikiranku, kau mau ikut?” ajak Seulri.

“ya, sudah”jawab Kai.

Merekapun berjalan ke arah taman dan duduk di bangku yang ada disana.  Lalu, tak lama Seulri memejamkan matanya dan menarik napas dalam-dalam dan menghempaskannya berulang-ulang. Menurutnya mungkin ini efektif untuk menenangkan pikiran walau hanya sejenak. Banyak hal yang bergentayangan di pikirannya apa lagi mengenai eommanya. Dilain sisi ia cemas bagaimana keadaan eommanya, dan disisi lain ia merasa ada yang janggal dengan eommanya hilang tiba-tiba. Padahal  sebelumnya kedua orang tuanya dalam keadaan baik-baik saja. ‘apa appa dan eomma bertengkar ?’ itu yang mendadi pertanyaannya sekarang ini.

Kai yang ada di sampingnya hanya bisa terdiam dan memperhatikan Seulri yang ada di sebelahnya. ia bingung apa yang telah terjadi dengan Seulri. ‘apa Seulri sedang ada masalah? Tak biasanya seperti ini?’ pikir Kai. Karena setahu dirinya Seulri akan seperti ini jika ada masalah yang benar-benar mengganggu pikirannya.

“Kau sedang ada masalah?” tanya Kai.

Seulri menoleh dan mengangguk pelan.

“kalau kau mau kau bisa cerita padaku!” ujar Kai.

“ah, sebaiknya tidak. Kita baru saja mengenal. Aku tak mau sembarangan curhat kepada orang lain.” Jawab Seulri dingin

Kai mengernyit. ‘ jadi sejak tadi Seulri tidak sadar bahwa aku sahabatnya dulu. Aissh, -_- aku menyesal sering mengatainya Lola atau pelupa.  Sekarang apa yang pernah kukatakan benar-benar terjadi. Dan ini sudah kelewat parah, bahkan iya tak menyadariku bahwa aku Kkamjong teman lamanya. Dasar  Seulri, Seulri’ pikir Kai.

“orang Lain? Jadi kau benar-benar tak mengingatku Seulri?” tanya Kai penuh selidik. ‘padahal ini kejutannya’

“eumm, memangnya kita pernah bertemu ya? Setahuku tidak.” Jawab Seulri dengan tatapan bingung dan innocentnya

#plakk kai menepuk dahinya.

“Seulri, seberapa parahnya kau mempunyai penyakit LoLa dan Pelupa. Bahkan setelah aku di hadapanmu kau masih belum mengenaliku, apa yang terjadi denganmu? Apa kau di cuci otaknya?” ujar Kai mulai kesal sambil mencengkeram bahu Seulri

Seulri mengernyit “kita saja baru berkenalan tadi. Tapi, kenapa kau sudah tau julukanku dengan sahabatku dulu?” tanya Seulri dengan polos

“ASTAGA! Apa yang terjadi dengan Seulri sahabatku. Hey, kau tidak ingat aku Kim Jong In, Kai, Kkamjong, teman lamamu sejak SD. Kau Lupa? OMONA. Kalau begini lama-lama aku bisa gila, aishh” mengacak-acak rambutnya.

“MWO? Apa  maksudmu aku adalah sahabatmu. Sejak SD? Benarkah?” Seulri mulai berpikir-pikir. Namun, saat ini jaringan syaraf pada otaknya kurang merespon dengan baik sehingga menyebabkannya seperti ini. “Haah?? Aku ingat” ucapnya “ah, ani-ani aku lupa apa yang aku pikirkan?” ucapnya kembali. (si Seulri ngajak berantem ye -_-)

#Plakk kai kembali menepuk dahinya. “ah, aku menye..” ucap Kai terputus

“MWO!!” ucap Seulri tiba-tiba. Kaipun mengelus dadanya karena terkejut dengan suara Seulri. Dan bukan hanya Kai yang terkejut dengan suara Seulri. Namun, semua siswa yang ada di tamanpun menengok kearahnya karena terkejut akan suaranya.

“ Tadi apa kau bilang? Kkamjong? Kau itu Kkamjong? Tidak mungkin, tidak mungkin.”

“tapi??” tiba-tiba Seulri menyentuh wajah Kai dengan kedua tangannya. Seperti mencari kepastian ia memperhatikan mata Kai baik-baik. Apa ada kebohongan di sana atau tidak. Kai  terkejut dengan gerakan tiba-tiba itu. Ditambah lagi wajah Kai dan Seulri yang berdekatan membuat Kai tak bisa menahan detak jantungnya yang semakin lama semakin cepat.

“kau benar-benar Kkamjong? Huaaa, ini benar-benar kau” ujar Seulri sambil memeluk Kai. Dan itu membuat Kai semakin membulatkan matanya.

“hei, sudah-sudah. Malu di lihat siswa lain.” Ujar Kai

 

_kembali ke Kantin_

“hey, Sehun kau sedang memperhatikan siapa? Seulri dan Kai?” Ujar Lay sambil melirik dua orang yang sedang duduk di taman itu.

“ani, aku tak memperhatikan mereka” bohong Sehun.

“Sehun-ssi, tak usah berbohong seperti itu. Jangan-jangan kau menyukai Seulri? Hey, asal kau tahu saja. Tidak mudah untuk mendapatkan seorang ketua club dance seperti dia.  Dia, itu agak dingin dengan namja. Bahkan, sudah banyak namja yang ia tolak cintanya. Tapi, aku heran kenapa secepat itu mereka akrab ya? Padahal Seulrikan yeoja yang  dingin terhadap namja.” cerocos Lay panjang lebar.

Sehunpun menganguk malas. Sebenarnya tadi ia tak mengajukan pertanyaan apapun tentang Seulri.  Ya, mau bagaimana lagi. Setidaknya  ia tahu sedikit tentang Seulri. ‘hei, tunggu sebentar. Tadi apa katanya Seulri adalah ketua Club dance? yang benar saja. Dia kan seorang yeoja, mana bisa?’ Pikir Sehun. Lalu ia terpikirkan sesuatu hal untuk mempermalukan Seulri. Walau bagaimanapun ia masih merasa kesal dengan Seulri dan ingin membalasnya  ’ah aku punya ide  bagus tentang ini.’ Pikir Sehun dan dengan senyum evilnya.

#SKIP#

Someone PoV

Panas matahari pagi mulai menyapaku. Memulai pekerjaan yang harus ku lakukan. Mengantar koran-koran dan susu kedelai ke tiap-tiap rumah. Semua itu adalah rutinitas pagiku. Belum lagi bekerja part time di salah satu restauran saat malam hari setelah aku kuliah. Menurutku itu semua hal biasa. Beruntung, semua hasil kerjaku dapat mencukupi kebutuhan sehari-hariku dan kuliah. Banyak temanku yang mengira aku mandiri seperti ini karena suruhan orang tua. Padahal, mereka tak tahu orang tuaku seperti apa. Bahkan aku saja tak tahu orang tuaku seperti apa. Aku sempat berpikir, jika aku tak bertemu Ahjumma Lee pasti aku sudah menjadi gelandangan dan tidak bisa sampai seperti ini. Katanya aku ditemukan saat di Taman Kota dan dalam keadaan menangis.

Flashback

“huaaaaa~ eomma kau dimana? Appa?” tangis seorang namja kecil yang saat itu masih berumur 4 tahun.

“eomma…appa.. dimana? Aku takut” dengan masih terus mengangis mengelilingi taman kota yang sudah mulai gelap dan sepi.

Tiba-tiba seorang ahjumma menghampiriku.

“ada apa anak manis, kenapa kau menangis?” ucap ahjumma itu.

“eomma..hiks dan appa.. hiks..hikss.. mereka meninggalkanku, ahjumma… padahal aku tadi pergi kesana sebentar. Dan saat aku kembali mereka sudah tidak ada…huaaa” ucap namja kecil itu menangis semakin kencang.

“apa kau yakin”

Namja kecil itupun mengangguk

“ya, sudah. Hari sudah mulai gelap. Lebih baik kau ikut ahjumma saja. Besok kita kembali lagi kesini mencari orang tuamu. Tidak baik anak kecil di luar malam-malam.” Ujar ahjumma itu. mengajak namja kecil itu ikut dengannya.

“kajja” ajak ahjumma iyu.

Namja kecil itu terdiam sesaat seakan ragu dengan tawaran ahjumma  itu. Lalu dengan sekejap ia menggeleng dan langsung menggenggam tangan ahjumma itu. Menandakan ia setuju dengan tawaran ahjumma itu, dan tersenyum. Ahjumma itu pun membalasnya dengan tersenyum kembali  kearahnya. Dan merekapun pergi meninggalkan taman itu menuju, ke rumah ahjumma tersebut.

 

 

 

 

_TBC_

Akhirnyyaaaa~~ selesai juga chap yang ini. Sempet mandeg di tengah jalan karena gak dapet-dapet imajinasi. Udah gitu, waktu buat nulisnya susah. Soalnya nae terlalu sibuk #cieeelahh (-_- iyadah yang sibuk). Tugas sekolah numpuk dimane-mane. Belom lagi les dan segala macem hal-hal yang menyangkut sekolahan. Kadang abis pulang sekolah bisa langsung tepar di kasur saking capeknya. Ya, gitu lah anak sekolahan gak bisa jauh-jauh dari kata tugas, ulangan, and belajar #eaaamalahcurhat. Jadi disempet-sempetin harus, kudu, mesti ngelanjutin ni  ff walaupun harus curi-curi waktu ckckck..  tp mian, ne buat para readers karena author terlalu lama ngelanjutinnya. Insyaallah kedepannya gak molor kayak gini lagi. Jadi, jangan males-males, ne buat RCLnya karena itu menentukan kelanjutaan ff ini… ^^

FF Dance and Love Part 2

Dance and Love

Part 2

Author : Hasya Jung (@hasyahasya24)

FB : Anfrhasya Haniva Elgeri

Genre : School life, Romance, friendship,

Cast : Park Seul Ri, Oh Sehun, Kim Jongin, Cho Minra

Other Cast :

–          Park Chanyeol as Seulri’s brother

–          Lee Yunri as Seulri’s friend

–          Zhang Yixing (LAY) as Sehun’s friend (next chap)

And other

Length : Multichapter

Rating : 15 +

*gak ngerti masalah rating-ratingan. Yang jelas segala umur, asalkan bisa baca aja. FF ini aman kok (?).

Ya.. sepertinya makin kesini-sini ceritanya makin gaje. Mian, ne. Maklum karena ini ff multichapter pertama yang kubuat. Jadi, mohon commentnya ne. Biar tahu kesalahan ceritanya dimana. Jadi bisa diperbaiki di part-part selanjutnya deh! Udah ya segini dulu. kebanyakan bacot nih authornya!! No Plagiarsm!! No Silent readers!!

Happy Reading

.

.

.

Preview

“Oh, ya appa. Maaf sebelumnya kalau aku tidak sopan. Hmm~ sebenarnya apa yang membuat appa menyuruhku kembali kesini. Bukankah appa sebelumnya menyuruhku untuk sekolah di tempat yang appa inginkan! Dan aku menurutinya. Tapi sekarang kenapa tiba-tiba saja appa memintaku untuk kembali kesini ?” tanyaku langsung to the point pada appa.

*****************

_Author POV_

“Appa memintamu kembali ke Korea karena setelah kau lulus sekolah kau akan menggantikan appa untuk mengurus perusahaan kita. Nak!”jawab appa Sehun.

“Tapi bukankah appa masih bisa menungguku sampai selesai sekolah di Amerika!” Protes Sehun.

“Appa tidak bisa, nak.” Tolak appanya Sehun.

“Alasannya? Tanya Sehun.

“Alasannya karena appa ingin kau meneruskan perusahaan appa. Kau tahu appa semakin lama semakin tua. Mana mungkin selama hidup appa hanya mengurus perusahaan saja. Appa ingin menikmati masa tua appa. Kau juga kan anak satu-satunya yan apa miliki. Jadi hanya kau yang mewarisi perusahaan appa.   Dan kau akan menjalani itu setelah kau menyelesaikan sekolahmu. Tapi selama kau bersekolah disini kau akan mendapat pelajaran menangani perusahaan oleh asisten appa.” Balas appa Sehun

“Tapi, aku masih SMA appa! Apa hal ini tidak mengganggu aktivitas sekolahku? Aku saja belum tahu akan bersekolah dimana” kata Sehun masih mengelak.

“Kau tenang saja asisten appa akan mengurus jadwal-jadwal kapan kau akan belajar menangani perusahaan appa. Jadi, tidak akan mengganggu aktivitas sekolahmu. Dan appa harap kau tidak mengelak lagi Sehun. Dan tentang dimana kau bersekolah. Kau bisa memilih untuk home schooling atau sekolah umum. Ne!” balas appa Sehun

“baiklah, tapi untuk urusan sekolah aku memilih untuk sekolah umum appa. Tapi aku yang memilih sekolah dimana” Kata Sehun.

“hmm, ne. Asalkan kau tak bersekolah di tempat yang tidak berkualitas. Appa mengijinkannya. Dan appa ingin secepatnya kau menemukan sekolah yang cocok denganmu” tegas appa Sehun.

“Geurae, arraseo. Ya sudah appa aku istirahat dulu. Aku lelah”jawab Sehun. Sambi beranjak dari bangkunya. Dan langsung pergi ke kamarnya yang telah lama ia tinggalkan.

Dan setelah pembicaraan pajang tersebut Sehunpun masuk ke kamarnya. Ia pandangi seluruh sudut dikamarnya. Tak banyak yang berubah dari kamarnya. Ya setidaknya kamarnya tidak berubah fungsi dan masih rapi dan juga nyaman. Pikirnya.  Setelah lama melihat-lihat ia pun pergi mebersihkan diri. Dan langsung pergi tidur karena ia terlalu lelah untuk hari ini.

*****

Pagi hari

_Seulri POV_

Kringggggg..kringgggg

Suara alarm memecahkan keheningan dipagi hari. Aku mengerjapkan mataku sambil mengambil alarm. Aku pun duduk sambil mengumpulkan nyawaku yang belum sepenuhnya terkumpul (?). Dan nyawaku langsung terkumpul 100% ketika melihat jam berapa sekarang. Ternyata sudah pukul 06.30 am. Akupun terlonjak kaget. Dan langsung bangkit dari tempat tidur. Dan langsung mengambil handuk. Namun tanpa kusadari aku menginjak sesuatu(?) dan langsung terjatuh.

“akhhh…appo” gumamku.

“ahh kenapa ahjumma tidak membangunkanku. Biasanya ia selalu membangunkanku. Apa jangan-jangan ia datang telat hari ini. Ahh menyebalkan sekali.” Racauku.

Tak lama…

Dagggggg.. *sound effect gagal*

“aghhh,, neomu appo. Yakk, kenapa harus menabrak dinding sih! Menyebalkan!” Kataku sambil memegang kepalaku. Belum selesai sakit karena terpeleset ditambah lagi dengan menabrak dinding. Tidak bisakah ada yang lebih buruk dari ini.

Akupun mandi dan menyiapkan diri ke sekolah. Setelah itu aku buru-buru menyiapkan buku untuk hari ini. Lalu akupun langsung keluar dari kamarku dan menuruni tangga dengan cepat. Aku melirik jam tangan ku. “ah, jam 06.45 masih ada waktu untuk minum susu 5 menit.”kataku. Aku langsung kedapur dan membuat susu sebagai pengganjal perut sementara (?). Setelah meminumnya aku langsung keluar dari rumah dan menguncinya. Dan kutitipkan pada satpam di rumahku.

Setelah itu aku berlari untuk menuju kesekolah. Untung saja sekolahku dekat dengan rumah. Akupun melirik jamku lagi dan ternyata hanya tersisa 5 menit untuk sampai ke sekolah sebelum gerbang ditutup. Aku makin mempercepat lariku. Dan tak terasa sudah sampai disekolah. Tapi aku masih harus berlari ke kelas lagi. Namun, tiba-tiba aku menabrak seseorang.

BBRRUUKKK…

Dan bertambah lagi kesialanku. Akupun terjatuh. Dan sedikit meringis karena menabrak orang terlalu keras. Lalu aku mengangkat wajahku melihat orang yang ku tabrak.

“mmiaannhae, nan gwaenchana? sunbae aku benar-benar tidak sengaja. Aku buru-buru. Sekali lagi maaf sunbae.” Kataku pada sunbaeku ini yang ternyata adalah seorang ketua OSIS. Yang bernama Huang Zi Tao. Ya, dia merupakan murid pidahan dari China dua tahun lalu. Dan kurasa sebentar lagi dia akan memarahiku.

“yakk,, Park Seulri kalau jalan lihat-lihat kau tidak memakai matamu hah?” omelya. Benarkan. Dia memarahiku. Terang saja dia merupakan salah satu orang yang memiliki kata-kata pedas saat sedang marah. Ahh menyebalkan sekali.

“sekali lagi aku minta maaf sunbaenim.” Kataku minta maaf lagi kepadanya.

“ya, ya, ya. Sudah aku maafkan. Lain kali kalau jalan pakai matamu dengan baik.” Balasnya. Diapun pergi dari hadapan ku tapi sayub-sayub aku masih mendengar gumamannya. “dasar yeoja gila”itu gumanya.

“Dasar sunbae aneh”balasku dalam hati. Akupun melanjutkan lariku sampai ke kelas #segitunya amat buat kesekolah ya. Akupun sampai dikelas. Dan untung saja belum ada guru yang masuk. Ya, setidaknya aku tepat waktu sampai disini. Dan tak lama Park Saem datang. “hah, Park saem bukankah pelajaran dia itu besok.”kataku. “pelajaran Park saem itu sekarang Seulri. Kau lupa?” saut Soo Jung teman sekelasku. “jeongmal? Ehmm,, sepertinya bukan. Changkaman. Oh, iya aku lupa. Mian. Hehehe 😀 ”jawabku. “ah kau ini selalu LOLA. Tapi aku bingung kenapa kau dengan cepat daya tangkapmu saat menari. Dasar” balas Soo Jung.

“Pagi anak-anak” sapa Park saem

“Pagi Saem” jawab kelasku serempak.

“Kumpulkan tugas yang kemarin lusa yang kuberikan” lanjutnya lagi.

“Baik saem”jawab kelasku serempak lagi

Aku pun mengambil buku yang dimaksud. Tetapi tidak ada. Aku mencarinya kembali. Tetap tidak ada. Yang lain pun sudah mengumpulkan kedepan. Hanya aku yang belum mengumpulkan. ‘eotteokhae’ gumamku. Tiba-tiba. Park saem melirik ke arahku.

“Park Seulri. Kau tidak mengumpulkan tugasmu?” tanya Park saem yang terkenal dengan ke killer-annya ini.

“mmaaf, saem hhari ini aku lupa membawanya.” Jawabku gugup. Yah, bertambah lengkaplah kesialanku ini. Tidak lama lagi pasti aku akan di hukum.

“Lupa, lupa. Bagaimana bisa lupa hah? Aku paling tidak suka murid yang tak disiplin! Kau sudah melanggar peraturanku. Kau tahu apa hukumannya kan?” tatapnya tajam dan dingin.

“tapi aku benar-benar lupa saem, maafkan aku. Tapi aku benar-benar sudah mengerjakaannya.” Ucapku memelas.

“tidak ada tapi-tapian. Cepat keluar dari ruangan berdiri di depan tiang bendera segera.. sampai bel istirahat berbunyi. Atau kau mencari 50 artikel tentang sejarah kerajaan Dinasti ‘Joseon’ selengkap-lenkapnya!! ” ujarnya. Yang benar saja ia menghukumku tak tanggung-tanggung. Lebih baik berdiri ditengah lapangan dari pada mengerjakan tugas yang membosankan itu.

“baik, saem” jawabku malas . Semua orang yang ada di kelas pun melihat ke arahku sambil menahan tawa mereka. ‘bukannya kasihan malah menertawaiku -_-. Ahh, lagian kenapa aku bisa sampai lupa membawa tugas itu sih. Agghh sial sekali aku hari ini.’ Gumamku kesal dalam hati sambil mengacak-ngacak  rambut ku.

Akupun keluar ruangan dan langsung ke lapangan. Dan aku berdiri di depan bendera itu. ‘akhh tadi terpeleset, menabrak dinding, menabrak Tao sunbae plus sama kata-kata pedasnya, dan sekarang ditambah dengan hukuman. Kurang lengkap apa kesialan ku hari ini.’ Gumamku lagi sambil hormat menatap bendera.

1 menit….

10 menit….

15 menit….

30 menit….

1,5 jam….

Aku masih berdiri di depan bendera sambil hormat. Namun, tiba-tiba saja aku merasa perutku mual, perih, dan kepalaku tiba-tiba saja terasa berat. Jangan-jangan penyakit maag ku kambuh lagi. Sial, kenapa disaat seperti ini malah kambuh. Bisakah ini ditunda, aisshh ini menyiksa. Kalau bukan penyakit turunan eomma. Aku tak akan begini.  Semakin lama perutku semakin perih, kepalaku mulai berkunang-kunang. “ah, tidak-tidak jangan sekarang.” ujarku sambil memegang perutku. Tapi aku sudah tak tahan lagi. ‘ah, eomma tolonglah anakmu ini’ gumamku tak jelas.  Tak lama akupun kehilangan keseimbangan dan…

****

_Sehun POV_

Sinar matahari pagi masuk melalui celah-celah kamarku. Membuatku  terbangun dari tidur nyenyakku. Rasanya sangat sulit melepaskan tubuhku dari ranjang ini. Rasa lelahku belum benar-benar hilang sejak semalam. Tapi mau tak mau aku harus bangun. Akupun bangun dengan malas dari tempat tidurku. Aku mencari jamku dan meliriknya sekilas. Ternyata sudah pukul 07.00 am. Ah, ternyata aku kesiangan. Akupun langsung mengambil handukku dan mandi. Dan selesai mandi aku menyiap-nyiapkan diriku. Aku hari ini berniat untuk mencari sekolah baru yang tepat di daerah ini. Ya, sesuai permintaan appa untuk cepat-cepat mencari sekolah.

Akupun keluar dari kamarku dengan rapih. Aku langsung pergi ke ruang makan untuk mengisi perut yang kosong sejak malam. Dan di ruang makan aku bertemu dengan salah satu pelayan dan menanyakan sesuatu. “hmm, pelayan. Apa appa sudah berangkat kerja?”tanyaku ketika sedang makan sendirian di ruang makan yang besar ini. “iya, tuan muda. Ah, ya tuan muda tadi saya disuruh menyampaikan berita oleh tuan. Kata tuan jika tuan Sehun sudah menemukan sekolah yang tepat disuruh hubungi asisten tuan Oh. Ini nomornya! Katanya untuk membantu tuan Sehun mengurus surat-surat kepindahan ke sekolah baru” Kata pelayan itu sambil meberikan kertas yang berisi nomor asisten appa. “oh, ne. Gamsahamnida.” Balasku. Akupun selesai makan dan lansung bergegas keluar rumah.

Aku pun mulai mencari sekolah yang aku inginkan. Aku melajukan mobilku dari rumah. Dan setelah 15 menit mencari akupun menemukan sekolah yang aku inginkan. Yaitu, Seoul Art High School. Dan kurasa bersekolah di tempat seni akan mengasikkan, itu karena aku suka seni. Akupun meminggirkan mobilku. Dan setelah itu aku mengambil handphoneku dan menelpon asisten appa. Dan tak berapa lama iapun datang. Aku menyuruhnya masuk duluan. Setelah ia masuk ke sekolah akupun masuk untuk sekedar melihat-lihat saja seperti apa keadaan calon sekolahku nanti. Dan ketika aku sedang berjalan di lapangan. Aku melihat seorang yeoja sedang di hukum hormat ke bendera. “di hukum, cih kasian sekali” gumamku. Dan tak lama melihatnya berdiri tiba-tiba ia memegang perutnya, dan beralih menyentuh  kepalanya. Akupun mulai mendekatinya. Dan, tiba-tiba ia pingsan. Karena reflek akupun langsung menangkapnya.

Namun, aku merasa aneh melihat wajahnya. Sepertinya aku pernah melihatnya dimana ya?. Ah, tahu lah!. Akupun langsung membawanya ke ruang kesehatan yang ada di  sekolah ini. Dan untung aku tadi melewati lobi sekolah ini jadi aku sempat melihat denah sekolah ini. Dan ketika aku membawnya kesana untung saja ada dokter yang sedang berjaga disana. Yeoja inipun langsung dipersiksa oleh dokter itu.

“bagaimana keadaannya dok?” tanyaku.

“dia baik-baik saja. Dia pingsan karena maagnya sedang kambuh. Mungkin sebentar lagi akan sadar. Dan tolong berikan obat pereda sakit maag ini ketika ia bangun. Aku akan pergi keluar dulu sebentar.” Jawabnya sambil meninggalkan ruang kesehatan ini.

Dan tak berapa lama setelah dokter itu keluar yeoja ini pun sadar. Aku melihat wajahnya dan aku teringat akan sesuatu yaitu, dia adalah yeoja yang hampir kutabrak kemarin. Dan yap, benar saja ternyata benar dia.

_Seulri POV_

Aku merasakan di tempat yang empuk. Dan beraroma obat-obatan. Apa aku ada di ruang kesehatan. Akupun mengerjapkan mataku. Tapi masih sedikit terasa pusing. Dan ketika kesadaranku kembali seutuhnya. Aku melihat seorang namja tengah duduk di sofa sambil memainkan handphonenya. Dan setelah kulihat sepertinya dia bukan anak sekolah ini. “n-nuguseyo?” tanyaku.

“ah, kau sudah sadar rupanya.” Responya. Dan sekilas sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi dimana? . Ah, aku ingat dia adalah namja yang hampir menabraku kemarin. Tapi untuk apa dia kesini? Apa dia berniat balas dendam padaku. Dengan mencariku sampai sekolah seperti ini. Ah, tidak mungkin! Kurang kerjaan sekali dia.

“kau. bukannya kau namja yang hampir menabrak dan menamparku itu?” tanyaku penuh selidik.

“yap, benar. Dan kau yeoja kurang ajar yang berani menantangku bukan?” tanyanya lagi.

“yaaa, aku bertanya kenapa kau malah balik bertanya. Dasar nappeun namja!” protesku.

“heyy,, kau beraninya mengataiku seperti itu lagi. Bukannya berterima kasih malah mengataiku. Dasar yeoja aneh! Oh, ya yeoja aneh. Tadi, kau disuruh dokter meminum obat itu dan obatnya diatas meja .” jawabnya sambil menunjuk obat yang dimaksudnya.

“dan semoga setelah minum obat itu cerewet dan keanehanmu berkurang. Yeoja aneh! Mehrong :p ”lanjutnya lagi sambil pergi meninggalkan ruang kesehatan.

“heyy,, kau!! aishh menyebalkan sekali” gerutuku setelah dia meninggalkan ruang kesehatan.

#skip#

Kringggg…kringg

Bel istirahat pun berbunyi. Aku pun keluar dari ruang kesehatan dan pergi ke kantin. Lapar sekali rasanya. Dan ketika sedang berjalan di koridor mengarah kekantin. Tiba-tiba..

Dorrrr

“OMO (0_0)” kataku kaget. Langsung menengok kebelakang.

“hahahahahaha XD” tawa orang yang mengagetiku.

“yakk.. kalian!!. Jika jantungku cpot tiba-tiba bagaimana? Kalian sudah siap kehilanganku.”protesku kesal pada Minra dan Yunri.

“hehehe, mian kami hanya iseng saja. Habisnya, tadi kau kucari di kelas tak ada. Ya, sudah kajja kita ke kantin bersama” ajak Yunri

“kebetulan aku juga sudah lapar.. kajja”balasku tidak jadi marah (?).

 

Di kantin

“hey, aku tak tahu kenapa. Tapi kenapa aku sial sekali hari ini, ya?. Menyebalkan.” Kataku memulai pembicaraan.

“memangnya kau kenapa? Dihukum, ulangan dapat E, dibentak guru atau..” tanya Minra.

“tadi pagi aku telat bangun, dan aku langsung bagun dari ranjangku. Lalu tiba-tiba saja  aku terpeleset, dan tak lama setelah itu aku menabrak dinding. Dan ketika disekolah aku menabrak Tao sunbae ditambah lagi dengan lontaran kata-kata pedasnya. Kesialanku bertambah lagi ketika di hukum oleh Park saem. Aissh mengapa aku begitu sial hari ini!” jawabku menjelaskan semuanya.

“jinja? Kasihan sekali chingu kita yang satu ini hahaha”balas Yunri dengan tertawaannya.

“hey,, kau ini bukannya mensupport Seulri malah menertawainya. Aisshh, dasar!”kata Minra sambil menjitak kepala Yunri. #pletakk

“ahh, appo”rintih Yunri sambil memegang kepalanya.

“hehehe, makanya jangan suka meledek orang :p”kataku menambahkan.

“oh, ya biar ku tebak! Kau dihukum pasti karena tidak membawa tugas ya! Lalu apa hukuman dari Park saem?” tebak Yunri.

“ne, betul sekali. Bagaimana bisa kau tau? Aku saja belum memberi tahunya! Kau punya telepahty? Daebak!” ucapku dengan wajah polos.

“ah, kau seperti tidak tau dia saja. Dia sudah langganan mendapat hukuman dari Park saem. Yang terakhir ia di suruh membersihkan toilet siswa di sekolah ini sendirian. Gila bukan?” ucap Minra.

“jinjja? Waa.. kau lebih parah dari aku Yunri-ah.”

“ne, memangnya kau dihukum apa?”

“Tadi, aku disuruh berdiri di depan tiang bendera sampai jam istrahat. Tapi tadi karena maagku sedang kambuh aku pingsan. Padahal tidak biasanya aku bisa langsung pingsan bukan?” Jawabku

“mwo? Pingsan bagaimana bisa? Lalu siapa yang mengantarmu ke ruang kesehatan?”tanya Yunri kaget.

“pasti kau telat makan ya Seulri-ya?”tebak Minra. Yang tentu saja jawabannya ya. Karena kami juga mempunyai penyakit yang sama.

“hehehe iya, tapi tadi yang membawaku adalah seorang namja. Dia sangat menyebalkan. Sangat-sangat menyebalkan”jawabku

“namja? Siapa dia? Kelas berapa? Apa dia tampan?”tanya Yunri penasaran.

“aku tidak tahu. Dan aku bersyukur dia tbukan siswa sekolah disini. Hahaha”jawabku.

 

#skip#

_Author PoV_

Kringggg…..Kringggg…Kringggg

Bell tanda pulang pun berbunyi Seulri dan Kedua temannyapun pulang bersama. Mereka tidak ada jadwa latihan dance hari ini jadi mereka pulang lebih cepat dari bisanya. Di sepanjang jalan mereka mengobrol-ngobrol hal yang tak penting. Namun tiba-tiba saja handphone Seulri berbunyi menghentikan pembicaraan mereka sejenak untuk mengangkat telepon.

Appa calling

‘yeoboseyo’

‘yeoboseyo! Ada apa appa kenapa tiba-tiba menelpon?’

‘begini Seulri-ya. Eommamu sedang tidak bersama appa sekarang. Mungkin ia kembali ke Korea. Karena semua barang-barangnya sudah tak ada disini.  Dan sejak kemarin appa kehilangan kontak dengan ibumu, appa sudah menghubunginya berkali-kali tetap tidak bisa. Bisakah kau hubungi eommamu itu!. Appa khawatir sekali.’

‘mwo? Bagaimana bisa? Apa eomma dan appa sedang ada masalah? Bisakah appa ceritakan masalahnya! Lalu dimana eomma sekarang?’

‘hmm, s..ssebenarnya kami sedang ada masalah. Tapi appa tidak bisa menceritakannya sekarang Seulri, waktunya tidak tepat. Appa juga sudah mencari eommamu kemana-mana, appa juga sudah menyuruh anak buah appa untuk mencari eommamu. Tapi tetap tidak ada dimana-mana. Appa hampir gila, nak! Appa mohon tolong hubungi eommamu. Mungkin   kau bisa menghubunginya. Appa akan menyusul ke Korea besok! Ne.’

‘MWO? Bagaimana bisa? Sekarang sudah eomma benar-benar sudah tidak ada di Jepang? (ceritanya ortunya ada di jepang ya). Bagaimana bisa tiba-tiba seperti ini? Apa yang appa lakukan pada eomma? Appa tolong jelaskan padaku!!’

‘tidak bisa sekarang, adeul. Appa mohon kau mengerti! Appa hubungi lagi kau nanti… mianhae..’

Tuttt..tutt..tutt

‘appa! Yeoboseyo appa! Appa!’

Seulri menutup telponnya nanar. Diwajahnya terpancar raut gelisah. Ia tidak bisa berpikir jernih saat ini. Ia masih shock, bagaimana bisa tiba-tiba eommanya menghilang begitu saja. Apa eomma dan appa sedang ada masalah ?, bukankah selama ini baik-baik saja! Pikir Seulri. Teman-teman Seulri heran melihat perubahan raut wajah Seulri yang berubah menjadi gelisah.

“Seulri-ya ada apa? Kenapa setelah kau mengangkat telepon wajahmu berubah menjadi seperti itu?” tanya Minra penasaran dengan perubahan sikap temannya itu.

“ya, Seulri-ya ada apa? Kenapa kau hanya diam saja?”sambung Yunri.

“Seulri-ya”panggil Yunri sambil mengayunkan tangannya di depan wajah Seulri.

“ya!! Park Seul Ri!!”panggil Yunri lebih keras sambil menguncangkan badan Seulri.

“hhh,,ehh,, iyaa”jawab Seulri.

“hey, kau kenapa tiba-tiba melamun Seulri-ya? Ada apa sebenarnya?” tanya Minra khawatir.

“ehh, nan gwaenchana. Tidak ada apa-apa kok. Hehehe” jawab Seulri berbohong. Padahal dalam hatinya ia sangat gelisah, kalut, dan khawatir dengan keadaan eommanya sekarang.

“benar tidak ada apa-apa? Tapi apa kau tidak mau bercerita pada kami?”tanya Yunri khawatir

“jeongmal, nan gwaenchanayo. Sudah kajja kita pulang. Kajja!!” jawab Seulri masih mengelak.

“ya, sudah kajja” kata Minra dan Yunri berbarengan.

Merekapun melanjutkan perjalanan mereka. Sampai akhirnya Seulri sampai lebih dahulu.

#skip#

Sampai dirumah Seulri buru-buru masuk dan langsung mengganti pakaiannya. Setelah itu ia langsung mengambil handphonenya untuk menelpon eommanya. Panggilan pertama tidak ada jawaban. Yang kedua kalinya masih belum ada jawaban juga. Hingga berkali-kali dicoba tetap tidak ada jawaban. Ia mulai gelisah, khawatir, bingung, dan sedih bercampur semua menjadi satu dalam pikirannya. Ia pun mencoba mengirimi pesan kepada eommanya tetapi bukannya terkirim malah yang ada pengiriman gagal. Ia mulai frustasi. Apa yang harus ia lakukan. Akhirnya ia menelpon appanya untuk memberi tahu masalah ini.

‘yeoboseyo appa’

‘yeoboseyo, adeul? Apa kau sudah menghubungi ibumu?’

‘begini appa aku sudah menghubunginya berkali-kali tapi tetap tidak ada jawaban. Bagaimana ini appa? Sebenarnya apa yang terjadi? Aku sangat khawatir.. aku harus mencari eomma! Tapi Seoul itu kota yang besar appa!’

‘tenang saja appa sudah menyuruh anak buah appa untuk mencari eommamu di Seoul jadi kau tidak usah ikut. Lagipula kau itu kan harus sekolah. Jadi appa tak mau ini mengganggu kegitan sekolahmu, nak! Dan appa minta maaf ini semua jadi melibatkanmu. Maaf, karena appa tidak bisa menjaga eommamu dengan baik. Maafkan appa nak!’

‘tapi, appa aku ingin ikut mencari juga. Aku tidak akan tenang sebelum bertemu dengan eomma’

‘iya, nak appa tahu. Appa juga sama denganmu. Tapi serahkan semua ini pada appa. Karena appa yang mebuat semua ini terjadi. Appa yang bertanggung jawab atas semuannya.’

‘ya, sudah kalu itu mau appa. Tapi appa harus berjanji untuk menemukan eomma secepatnya, ne!’

‘iya nak, itu pasti’

‘baiklah, sudah dulu ya appa, annyeong’ tuttt-tutt-tutt

Setelah menutup telepon Seulri langsung ke ranjangnya. Sepertinya hari ini sangat membuatnya sangat pusing. Akhirnya ia tidur untuk menenangkan diri sejenak dari semua masalah di hari ini.

_TBC_

 

 

 

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Part 3

 Bagaimana  nasib Sehun apakah ia jadi sekolah dimana tempat Seulri berada? Bagaimana reaksi Seulri nantinya?

Dan masih ingatkah dengan kejutan apa yang akan diberikan Kai kepada Seulri?

Dan juga apa yang membuat eomma Seulri hilang tiba-tiba? Apa penyebabnya?

Kita tunggu semua  di part 3 ne! Gomawo karena sudah mau membaca ff yang aneh dan gaje ini. Sekian..

<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<